Disdag Kalsel Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Nataru

Birhasani

KBRN, Banjarmasin: Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pastikan ketersedian stok Bahan Pokok (Bapok) jelang peringatan Natal 2021 hingga awal Tahun Baru 2022, dapat terpenuhi.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, hampir setiap menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) permintaan para pembeli terhadap mengalami peningkatan, sehingga mempengaruhi stok dan harga bapok dipasaran.

Kepala Dinas Perdaganan (Kadisdag) Provinsi Kalsel, Birhasani, mengatakan, berdasarkan hasil monitoring tim dilapangan per tanggal 26 November 2021, ketersediaan bapok masih mencukupi hingga awal tahun 2022.

"Untuk ketersediaan bapok yang ada di distributor dan juga dipasaran, masih terbilang aman sampai tahun baru," ujar Birhasani.

"Begitu pula berdasarkan hasil kunjungan saya ke Kabupaten HST dan Tabalong, pada Jumat yang lalu, untuk ketersediaan bapokmasih terbilang aman juga hingga Nataru nanti," tambahnya.

Kadisdag Provinsi Kalsel juga menuturkan, untuk pendistribusian bapok antar provinsi dan antar Kabupaten/kota hingga saat ini juga masih terbilang kondusif.

"Sehingga untuk penyuplaian bapok masih lancar," tutur Kadisdag.

Selain itu juga, ia juga mengungkapkan, untuk harga bapok dilapangan pun masih cukup stabil, dengan harga yang wajar.

"Untuk harga bahan pokok semuanya masih di batas harga yang wajar, terkecuali harga minyak goreng yang sudah mengalami kenaikan yang signifikan beberapa waktu terakhir, disebabkan naiknya harga bahan baku minyak goreng," ungkap Birhasani.

Birhasani juga berharap, harga bapok menjelang Nataru bisa tetap berada dalam kondisi yang wajar dan tidak mengalami kenaikan.

"karena mengingat masih dalam kondisi pandemi, daya beli masyarakat pun masih belum pulih sepenuhnya seperti sebelum pandemi, terlebih menjelang Nataru pemerintah akan menerapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia," ucapnya.

Disamping itu, yang tidak kalah penting adalah mudah-mudahan cuaca extrim tidak terjadi, sehingga tidak menjadi kendala arus distribusi barang, terutama antar pulau melalui jalur laut. 

Meski demikian, Pemrov Kalsel melalui Dinas Perdagangan yang didukung oleh Pemda Kabupaten/kota, Bulog serta pelaku usaha tetap berupaya melakukan langkah antisivasi, antara lain dengan menggelar pasar murah serta pengamanan jalur transportasi dan kelancaran arus barang antar daerah, pelaku usahapun sudah lebih dini dihimbau untuk meningkatkan pasokan dan stoknya.

Tentunya Disdag Provinsi Kalsel juga akan bekerjasama dengan Satgas Pangan Polda Kalsel dan Polres Kabupaten/kota, untuk mengamankan dan mengawasi pendistribusian bapok.

"Untuk mencegah terjadinya upaya-upaya penimbunan, maka pengawasan juga harus dilakukan," pungkas Birhasani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar