Dinas Koperasi dan UKM Gelar Pelatihan Bagi Pelaku UMKM

Istimewa

KBRN, Banjarbaru : Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan melakukan pelatihan Managemen Pemasaran dan Pelatihan Managemen Usaha dan Keuangan bagi SDM Usaha Mikro dan Kecil di Balai Pelatihan Koperasi Banjarbaru.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk mempercepat peningkatan jumlah UMKM dan bisa memanfaatkan jalur digital dalam memasarkan produk mereka dan meningkatkan produktivitas serta meningkatkan penjualan produk lokal, serta menunjang keberlangsungan UKM yang ada di Kalimantan Selatan.

Sejumlah narasumber yang memberikan materi pada pelatihan ini, diantaranya Tim Balai Pelatihan Koperasi, Apindo Provinsi Kalimantan Selatan, Praktisi IT, Lembaga Pengembangan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( LPK-UMKM ) Dinamis, Pelaku UKM yang berpengalaman dan maju serta dari Kementerian Agama.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gustafa Yandi mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan pengelolaan usaha kepada pelaku usaha di Kalimantan Selatan.

“Pelatihan seperti ini sangat penting, selain menambah pengetahuan dan keterampilan, proses managemen usaha dan pemasaran juga dilatih di balai ini,” ujar Yandi.

Selanjutnya, disampaikan terkait permasalahan utama UMKM di Kalimantan Selatan selama pandemi, tidak sedikit kesulitan pemasaran dan manajemen keuangan yang belum tertata dengan benar.

“Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para SDM Usaha Kecil dalam mewujudkan sinergisitas antara pemerintah dengan Usaha Kecil yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat,” tambah Yandi.

Manajemen keuangan dan strategi pemasaran sendiri merupakan ujung tombak keberlangsungan suatu usaha. Adanya strategi pemasaran yang baik dan pengelolaan keuangan yang mumpuni, membuat suatu usaha dapat bertahan dan berkembang.

Suatu usaha meski mampu berproduksi secara cepat dan masif, tanpa kemampuan pemasaran produk akan berujung pada pelemahan nilai jual barang. Sementara kemampuan produksi dan pemasaran saja tidak cukup, usaha harus punya kemampuan pencatatan keuangan.

“Kemampuan ini berkaitan dengan pengelolaan modal usaha yang berdampak pada keberlanjutan usaha,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00