Antisipasi Lonjakan Pengunjung Jelang Lebaran, Mall Perketat Prokes Dan Buka Tutup Tenant

KBRN, Banjarmasin : Satu tahun lebih sudah Covid-19 melanda kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hingga Dampaknya membuat perekonomian secara global hampir lumpuh total.

Harapan bisa beraktifitas tanpa pembatasan sosial yang ketat mulai muncul dengan adanya, Prokes,barbagai alat skrinning, hingga vaksin sebagai cara mencegah penyebarannya.

Salah satunya, pemerintah menekankan dengan menerapkan protokol kesehatan yang disiplin dalam setiap kegiatan.

Seiring itu, aktifitas masyarakat pun semakin bergeliat dengan merangkaknya sektor ekonomi yang mulai memulih meski tak seperti sebelum adanya pandemi.

Salah satunya dirasakan, Pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan Selatan Duta Mall Banjarmasin. Suasana ramadhan tahun ini berbeda jauh dengan ramadhan tahun lalu dimana awal pandemi mulai melanda.

Tahun ini terlihat animo berbelanja masyarakat kota banjarmasin dan pengunjung mulai meningkat. Hal itu terlihat dengan adanya lonjakan kunjungan masyarakat saat long weekend ditambah jelang lebaran.

Lantas, bagaimana Pihak Mall untuk memastikan Protokol kesehatan ( Prokes ) berjalan baik?

Saat di konfirmasi Humas Duta Mall Banjarmasin Yenny Purnawati membeberkan sejumlah upaya yang tetap konsisten dijalankan agar Prokes masyarakat berjalan selama berada di area mall.

" Selain prosedur yang telah kami terapkan, kami juga menambah personil keamanan sejak seminggu awal puasa untuk untuk mengantisipasi meningkatnya trafik pengunjung," ujar Yenny, dikonfirmasi Minggu (2/4/2021)

Kendati demikian, Yenny berharap pengunjung juga mau berkoorporatif dengan sama sama menegakkan protokol kesehatan agar kita sama sama saling menjaga.

"Jangan sampai karena merasa sudah melewati pengecekan suhu apalagi merasa sudah divaksin jadi lalai menerapkan Prokes," Katanya.

Namun jika lonjakan pengunjung sudah melebihi kapasitas Mall, pihaknya melakukan sistem memberlakukan buka tutup akses masuk tenant.

"Buka tutup rolling door, pemasangan line untuk pembatasan akses masuk tenant dan pengawasan kapasitas maksimum dalam tenant agar pembeli di dalam masih bisa berjaga jarak dan tidak menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00