Covid-19 Melandai di Kalsel Masih Jauh Dari Harapan

screenshot_2021_0104_094346.jpg

KBRN, Banjarmasin : Mencermati kasus baru Covid 19 di Banua Kalimantan Selatan diakhir Desember 2020 hingga awal Januari 2021, tak kunjung turun, memberi isyarat virus ini masih mengancam, Banjarmasin yang semula sudah zona hijau kini kembali zona merah berapa kabupaten yang semula kecil kasus baru covid-19 justru ada yang menaik.

Ada banyak harapan ketika memasuki tahun 2021 akan semakin turunnya kasus masyarakat terjangkit covid-19 ini nampaknya masih jauh, sehingga mengharuskan kita hidup adaptasi dengan masa pandemik seperti ini. Bagaimana menjalankan pola hidup sehat dan bersih dengan tetap beraktivitas menjalankan kehidupan baik di sektor sosial maupun ekonomi serta pendidikan.

Melandainya kasus ini di Kalimantan Selatan nampaknya masih jauh dari harapan, karena itu gotong-royong seluruh komponen masyarakat untuk menghindari terjangkitnya covid19 ini harus ditingkatkan Jangan sampai kita lengah karena terbuai dengan istilah new normal.

Ekonomi masyarakat memang terus bergulir, aktivitas di pasar tradisional mulai ramai, begitu juga pasar modern, sementara disiplin masyarakat dalam melaksanakan 3M protokol kesehatan masih terus diingatkan dan dipacu kedisiplinan.

Kekhawatiran semakin meningkatnya kasus baru covid19 ini menjadi indikasi agar kewaspadaan itu ada pada semua stakeholder dan masyarakat, untuk menghindari penularan virus ini. Hal ini Tentunya kita tak boleh pupus harapan.

Kalau kita perhatikan data data yang tersaji baik dari gugus tugas percepatan penanganan covid 19 tingkat provinsi Kalimantan Selatan maupun di Kota Banjarmasin menunjukkan fluktuatif angka kasus baru terjangkit.

Sedangkan kemaren yang terkonfirmasin positif covid-19 juga masih bertambah 74 kasus, secara keseluruhan sampai minggu malam warga yang terpapar menjadi 15.490 orang, namun 13.992 lainnya sudah dinyatakan sembuh sementara 909 saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun tempat karantina.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kalsel, Minggu (3/1/2021) mengkonfirmasi, kasus baru ini berasal dari 9 daerah. kenaikan setiap harinya selalu berbeda, setelah pada hari sebelumnya kasus kenaikannya hanya ada 17 kasus, kali ini virus berbahaya ini menjangkiti 74 warga. “Kasus terbanyak dari kota Banjarbaru dimana ada 16 warga yang terpapar,” kata Muslim jubir TGTPP Covid-19 Kalsel.

Sebelumnya, memasuki bulan ke 11 kasus covid-19 di Kalimantan Selatan, dihari pertama tahun 2021 warga yang terpapar ada penambahan sebanyak 99 kasus baru, akan tetapi 13.875 sudah sembuh, sementara 938 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit maupun tempat karantina.

Sehingga total yang terjangkit menjadi 15.234 orang. "Kasus baru pasien covid-19 di Kalsel ada penambahan dari 9 daerah, kasus terbanyak dari Tanah Bumbu ada 23 warga yang terpapar," ungkap Muslim jubir TGTPP Covid-19 Kalsel, Rabu (30/12/2020)

Secara nasional peningkatan kasus baru masyarakat yang terpapar virus covid-19 di Kalsel ini masuk dalam jajaran menengah peningkatan kasus baru.

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Minggu (3/1) ada tambahan 6.877 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi 765.350 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 6.419 orang sehingga menjadi sebanyak 631.937 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 179 orang menjadi sebanyak 22.734 orang

Lantaran masih tingginya tambahan kasus positif corona, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah corona, dimulai dari menekan angka penularan.

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Berdasarkan banyak penelitian, rajin mencuci tangan bisa menurunkan risiko penularan virus, termasuk virus corona sebesar 35%.

Sementara memakai masker bisa mengurangi risiko penularan virus corona hingga 45% kalau memakai masker kain. Sementara kalau menggunakan masker medis, risiko penularan berkurang hingga 75%.

Upaya-upaya yang dilakukan tentu saja harus didukung oleh ketersediaan dana untuk berbagai kegiatan medik dan non medik seperti upaya preventif, sosialisasi edukasi kemudian juga berbagai macam operasi penegakan disiplin covid-19. Idealnya dana-dana yang sudah teranggarkan di APBD provinsi dan APBD Kota Kabupaten sudah bisa ready di bulan Januari ini, sehingga tidak ada jeda upaya-upaya intensif untuk melakukan berbagai aktivitas terkait dengan pencegahan penularan virus ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00