Status Tanggap Darurat Banjir Berakhir, Normalisasi Sungai Tetap Jalan

KBRN, Banjarmasin : Meski Status tanggap darurat banjir dan air pasang di kota Banjarmasin telah berakhir setelah dua pekan berjalan.

Namun Pemko belum memutuskan perihal status ini, dengan alasan memberikan waktu 10 hari untuk Satgas Normalisasi Sungai agar bekerja keras guna menuntaskan pekerjaannya membongkar Jembatan, Bangunan dan Gedung (JBG).

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar menyebut sejauh ini masih ada beberapa titik yang terendam, meski tidak berlangsung lama dikarenakan air pasang yang berbarengan dengan curah hujan tinggi.

Masih ada beberapa titik. Tapi kalau air surut, maka airnya juga turun. Meskipun cukup memakan waktu lama karena memang nampaknya masih ada sumbatan-sumbatan," sebut Mukhyar.

Sementara di konfirmasi Ketua Tim Satgas Normalisasi dan Penanggulangan Banjir, Doyo Pujadi memastikan, bahwa setiap kegiatan satgas seperti pembongkaran setiap jenis bangunan yang menghambat aliran sungai dan normalisasi akan tetap berlanjut.

"Yang sedikit membedakan dari sebelumnya hanyalah pada penekanannya lebih kepada tugas operasional di tiap SKPD Sehingga perannya sekarang adalah mendampingi," ujarnya.

Mengingat dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sekarang ini telah digeser menjadi dana SKPD, sesuai ketentuan yang berlaku.

"TNI, Polri, LSM dan Perguruan Tinggi tetap membackup kegiatan kita. Karena pergeseran anggaran itu juga sekarang Satgas pun menggiring tidak lagi menggunakan dana BTT tapi menggunakan dana pergeseran ke SKPD," lanjutnya.

Meski demikian, Doyo kembali memastikan, bahwa pembongkaran dan pengerukan tetap akan berlangsung.

Terlebih sudah ada dasar yang menjadi pihaknya melakukan ini, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2017.

"Gak boleh dong hanya karena status tanggap darurat berakhir pembongkaran stop sampai disini. Mereka akan marah nanti yang sudah dibongkar," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00