Antisipasi La Nina, Ini Langkah Dinas TPH Kalsel

KBRN, Banjarmasin : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan  menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca La Nina terhadap produksi pertanian.

Fenomena yang diprediksi berlangsung mulai Oktober 2020 hingga Maret 2021 ini akan meningkatkan curah hujan sekitar 20-40 persen dari normal.

"Kita siapkan brigade pompa, ada lebih 100 unit pompa yang bisa diturunkan jika ada lahan pertanian yang tergenang," ujar Kepala Dinas TPH Kalsel Syamsir Rahman di Banjarmasin, Jumat (23/10/2020).

Selain di tingkat provinsi, brigade pompa ini juga ada di kota dan kabupaten. Mereka siap turun tangan jika petani kewalahan melakukan pompanisasi sendiri.

Beberapa kelompok tani memang ada yang mendapat bantuan mesin pompa dari pemerintah pusat sharing dengan provinsi.

"Mereka bisa menangani sendiri dulu, kalau kekurangan alat baru ke kabupaten atau provinsi. Kita juga siapkan alat mesin pertanian dan ekskavator, bila terjadi banjir bisa langsung turun," kata Syamsir.

Soal potensi banjir sendiri, ia mengatakan bahwa pada 2019 lalu ada perbaikan infrastruktur jaringan tata air, tanggul, dan pintu air melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani atau Serasi.

"Tapi ada beberapa titik seperti di Kabupaten Banjar belum kita evaluasi, kemudian di Kurau juga ada beberapa titik yang perlu kita cermati lagi," tambahnya.

Tak hanya banjir, peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina juga berpotensi menimbulkan persoalan hama penyakit. Terkait itu, ada petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) yang akan membantu petani.

"Mereka ada di masing-masing kecamatan, di kabupaten," kata Syamsir. (FIT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00