Masa Tanam Mundur Dampak La Nina, Stok Pangan Kalsel Aman

KBRN, Banjarmasin : Fenomena la nina berdampak pada mundurnya masa tanam padi di Kalimatan Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengatakan semestinya masa tanam sudah dimulai dalam bulan-bulan ini.

"Mungkin akan mundur sampai awal tahun depan," ujar Syamsir di Banjarmasin, Jumat (23/10/2020).

Ia melanjutkan, masih ada sekitar 400 ribu ton produksi padi yang harus dikejar dari target tahun 2020 sebesar 1,7 juta ton atau setara 1,2 juta ton beras.

Namun demikian, kalaupun nantinya target itu tidak tercapai, Kalsel tidak akan mengalami krisis pangan.

Pasalnya menurut Syamsir, konsumsi beras penduduk Kalsel yang berjumlah 4,3 juta jiwa hanya sekitar 350 ribu ton pertahunnya.

"Apabila sampai akhir tahun target 1,2 juta ton tidak terealisasi, kita masih surplus," tegasnya.

Ditambahkannya, fenomena cuaca seperti ini pun sudah diantisipasi para petani dengan menyiapkan kindai atau lumbung untuk menyimpan hasil panen selama setahun.

"Tinggal bagaimana stok pangan di masing-masing kabupaten disiapkan, misalnya untuk antisipasi harga agar tidak jatuh bisa dibeli pemerintah kabupaten. Kami sudah menyurati dan ada tiga kabupaten yang telah merealisasikan, yakni Batola, HST, dan Tabalong, sedang yang lainnya menyesuaikan APBD masing-masing," tandasnya. (FIT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00