Wamen PUPR Pastikan Jembatan Alalak Tuntas 2021

KBRN, Banjarmasin : Pembangunan Jembatan Sungai Alalak di perbatasan Banjarmasin-Barito Kuala dipastikan rampung tahun depan.

“Kalau tidak ada halangan akan tuntas pada awal Maret 2021,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetipo di Banjarmasin, Rabu (21/10/2020).

Sedianya proyek yang dimulai pada 2019 ini ditargetkan selesai lebih cepat pada Desember 2020, namun harapan itu terjegal pandemi Covid-19.

"Adanya pemangkasan anggaran tentu berimplikasi," kata John.

Jembatan Sungai Alalak akan menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 sebagai jalur utama yang menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Pembangunan jembatan sepanjang 850 meter yang menelan anggaran Rp278 miliar ini diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi paskapandemi Covid-19.

Sementara itu, kunjungan kerja Wamen PUPR ke Kalsel dilakukan dalam rangka menyerap aspirasi pembangunan.

Selain Jembatan Sungai Alalak, ia juga meninjau sejumlah proyek infrastruktur Kementerian PUPR lainnya, diantaranya Embung Kampung Banjar dan Kotaku Kawasan RK3 Teluk Kelayan Banjarmasin. 

"Saya ingin mendapatkan informasi lebih banyak karena saya lakukan kunjungan di beberapa tempat, terakhir Aceh ada jalan belum terbangun, kemudian saya sampaikan kepada Menteri," kata John. 

Dengan APBD yang terbatas, lanjutnya, tidak mungkin pemerintah daerah bisa menuntaskan sendiri persoalan pembangunan infrastruktur di daerahnya yang begitu banyak.

"Masukan dari gubernur dan para bupati kita akomodir dan kita diskusikan apa yang bisa kita kerjakan di tahun-tahun akan datang," katanya.

Terkait itu, Plt Gubernur Kalsel Rudy Resnawan mengatakan ada beberapa pembangunan infrastruktur yang diharapkan mendapat atensi lebih dari pemerintah pusat, diantaranya percepatan pembangunan BanjarBakula dan persiapan Kalsel sebagai gerbang ibukota negara.

"Sebagai provinsi tertua di Pulau Kalimantan, pembangunan di Kalsel harus lebih maju," harapnya. (DIM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00