Banjarmasin Wajib Masker, Warga Bandel Kena Denda

Dok RRI

KBRN, Banjarmasin : Warga kota Banjarmasin harus wajib tahu, mulai hari ini, Senin (10/8/2020)., kebijakan denda bagi warga yang tak memakai masker telah diberlakukan.

Bukan tanpa alasan pemerintah kota memberlakukan denda masker karena status penyebaran Covid_19 di kota Banjarmasin masih zona merah.

Melaui Peraturan Wali Kota Banjarmasin sanksi denda diberlakukan Rp 100.000 bagi yang bandel tidak pakai masker.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, Perwali Nomor 60/2020  mulai disosialisasikan dalam upaya meningkatkan kedisiplinkan masyarakat untuk pakai masker ke luar rumah.

"Jadi tidak serta-merta langsung di denda, ada jenjangnya, mulai dari teguran lisan atau peringatan tertulis, jika mengulangi lagi disanksi pekerjaan sosial, jika ditemukan melanggar lagi, baru disanksi denda Rp100.000 jika mengulangi tiga kali," jelasnya.

Machli menyatakan, aturan wajib pakai masker ini juga berlaku hingga ke pelosok atau ke wilayah pemukiman warga, tidak hanya di tempat umum seperti di jalan raya dan pasar. 

"Tapi saat jalan-jalan keluar rumah di komplek atau nongkrong di warung, terkecuali di dalam rumah atau teras," ujarnya.

Namun yangbmenjadi pengecualian, jika saat makan saat di rumah makan atau sedang pidato saat ada acara.

"Perkumpulan acara pun juga dibatasi, jadi sesuai ukuran ruangan bisa menampung massa, hanya boleh separohnya," kata dia.

Perwali ini akan disosialisasikan ke masyarakat dengan dibantu kecamatan hingga kelurahan sampai tingkat RT.

"Kalau sudah siap, maka segeranya diterapkan, akan dijaga pihak Satpol PP nanti yang menegakkan aturan ini dibantu TNI dan Polri," bebernya.

Dengan ini masyarakat diharapkan selalu mentaati protokol kesehatan, demi keselamatan dan kesehatan bersama melawan pandemi Covid-19.

"Semua harus disiplin, apalagi kasus positif Covid-19 di Banjarmasin masih belum landai betul. Memang mulai ada pengurangan kasus positif Covid-19, tapi jangan sampai lengah semuanya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00