Pemprov Kalsel Tak Sediakan Swab Test Calon Penumpang Udara, RS Ini Bisa Jadi Solusi

Suasana Bandara Internasional Syamsudin Noor Di Tengah Pandemi Covid-19

KBRN, Banjarmasin : Adanya kebijakan pembatasan keluar masuk orang ke wilayah DKI Jakarta sejak 26 Mei 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Mengharuskan calon penumpang pesawat udara tujuan Jakarta wajib mempunyai persyaratan untuk bisa terbang.

Kepala Seksi Komunikasi dan Legal Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Aditya Putra Patria menjelaskan, sebagai salah satu persyaratan calon penumpang melalui jalur udara yakni dengan hasil pemeriksaan Swab.

“Kalau untuk kesanggupan melakukan tes, kita dari pengelola bandara pada prinsipnya memfasilitasi, kami juga tidak berwenang untuk menentukan orang ini boleh berangkat atau tidak,” katanya. Jumat (29/5/2020).

Calon penumpang, kata Aditya juga harus memiliki surat keterangan kondisi darurat kesehatan, bahwa calon penumpang bebas dari Covid-19.

"Jika memang tidak ada sesuatu yang darurat, disarankan agar calon penumpang tidak perlu berangkat dengan penerbangan apapun ke luar daerah," ujarnya.

Meski tetap dibuka pelayanan untuk penumpang namun karena sepi, sehingga hari ini Bandara Internasional Syamsudin Noor hanya ada empat penerbangan untuk cargo.

"Pelayanan ada tapi penumpangnya ga ada, jadi hari ini ada 4 pesawat cargo," kata Aditya.

Sementara Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq menerangkan, Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sempat menanyakan kesanggupan Tim Gugus Tugas P2 Kalsel dalam pemeriksaan swab untuk calon penumpang, namun saat ini diakui masih ada kendala.

“Kita belum bisa melakukan pelayanan swab, terutama pelayanan analisa dengan metode PCR (polymerase chain reaction), karena terbatas pada alat kita dan mahal,” terang Hanif.

Sebab, menurut Hanif proses sampel satu swab dengan alat bernama reagent saja memakan biaya Rp900 ribu, ditambah dengan pemeriksaan swab membutuhkan biaya sebesar Rp100 ribu. 

"Jika ditotal, untuk satu kali proses saja menelan biaya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta dan alatnya tidak support untuk keperluan umum dan bisnis," Terang Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel ini.

Selain itu, kendala lainnya adalah lembaga yang ditunjuk untuk uji sampel swab hanya Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru dan tidak ditujukan kepentingan komersial.

“Jadi benar-benar untuk menangani pandemi (Covid-19). Sehingga kalau ada kabupaten dan kota seperti DKI Jakarta yang mensyaratkan itu, tidak bisa memberikan pelayanan itu. Sementara swasta belum ada yang ditunjuk untuk berhak mengeluarkan hasil swab itu,” tegas Hanif.

Sehingga sebagai solusi yang diambil oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalsel dan Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, mengusulkan hasil rapid test bisa dijadikan persyaratan dokumen perjalanan.

Sebagai informasi bagi warga yang memiliki keperluan mendesak, RS Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin kini bisa melayani SwabTest untuk jalur mandiri, dengan biaya Rp 2.365.000 untuk per orangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00