Realisasi Vaksinasi PMK Kalsel Capai 112,31 Persen

Vaksinasi sapi dari Penyakit Mulut dan Kuku

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Gugus Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), menindak lanjuti arahan Gubernur Kalsel untuk terus bergerak mencegah dan mengendalikan PMK di Kalsel dengan terus menggencarkan vaksinasi PMK untuk mengejar realisasi target sebanyak 4.200 dosis yang telah dialokasikan di Provinsi Kalsel. 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi mengatakan, 4.200 dosis vaksin PMK bantuan Kementerian Pertanian RI telah diterima pada (23/6) dan telah didistribusikan pada (24/6) ke 12 kabupaten/kota yang sebelumnya didahului dengan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan vaksinasi secara online untuk membangun komitmen menyelesaikan kegiatan vaksinasi pada (29/6).

“Capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalsel sampai (30/6) mencapai 4.717 ekor ternak atau 112,31 persen dari target 4.200 dosis ruminansia besar. Angka tersebut sudah termasuk 500 dosis (ekor) yang merupakan sisa vaksin dari alokasi BPTU-HPT Pelaihari dan Buffer sebanyak 100 dosis dan telah selesai dilaksanakan pada (30/6/2022),” kata Suparmi.

BPTU-HPT Pelaihari semula mendapat alokasi vaksin PMK dari pusat sebanyak 1.400 dosis, namun karena dosis pada kambing hanya separuh dosis sapi, sehingga hanya memerlukan 900 dosis dan ada kelebihan vaksin sebanyak 5 botol atau setara 500 dosis pada sapi. 

Namun, kelebihan vaksin tersebut telah diserahkan ke Disbunnak Kalsel dan telah didistribusikan ke Kabupaten Banjar 100 dosis, Kabupaten Batola 100 dosis, Kabupaten HSS 200 dosis dan Kota Banjarbaru 100 dosis.

Selanjutnya, realisasi vaksinasi di BPTU-HPT Pelaihari dari 900 dosis vaksin yang diterima telah disuntikkan pada sapi sebanyak 180 dosis dan pada kambing sebanyak 1270 dosis, angka tersebut termasuk vaksinasi PMK pada ternak lingkungan sekitar BPTU-HPT Pelaihari. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar