Upaya Pembentukan Generasi Berencana Melalui SSK

Ketua TP PKK Tala sekaligus Ketua Koalisi Kependudukan Tala, Hj Nurul Hikmah Sukamta saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembentukan SSK di Aula SMK Negeri 1 Takisung.

KBRN, Banjarmasin: Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran yang mana didalamnya terdapat pojok kependududkan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tala sekaligus Ketua Koalisi Kependudukan Tala Hj. Nurul Hikmah Sukamta saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembentukan SSK di Aula SMK Negeri 1 Takisung.

Menurut Hj Nurul Hikmah Sukamta, Sosialisasi Pembentukan SSK sangat diperlukan agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Indonesia diprediksi akan mendapat bonus demografi dimulai pada tahun 2020 dan akan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang, pada saat itu jumlah kelompok usia produktif (usia 15-64 tahun) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun kebawah dan orang tua berusia 65 tahun keatas) dengan angka rasio mencapat angka terendah, yaitu 44% pada tahun 2030.

“Bonus demografi dapat menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas SDM melalui pendudukan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan investasi oleh karena itu SSK sangat diperlukan mulai dari sekarang,” ucap Hj Nurul Hikmah Sukamta.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa bertanggung jawab menjadi pelaku pembangunan pada masa yang akan datang. Potensi generasi muda sebagai agen perubahan harus dikelola dengan baik sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas, bermoral, berakhlak mulia dan bermanfaat bagi pembangunan bangsa. Tujuan yang diharapkan dari adanya program SSK ini adalah untuk memupuk kesadaran siswa akan kondisi kependudukan yang terjadi, menumbuhkan sikap generasi muda untuk bertanggung jawab dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan, mengembangkan sikap yang tepat dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan kelak ketika mereka menjadi dewasa.

“Siswa harus betul-betul memahami apa saja yang menjadi materi SSK sehingga kedepannya dapat menjadi siswa yang unggul dalam segala bidang baik dari aspek pendidikan, kesehatan serta melahirkan lapangan kerja,” pesan Nurul.

Pada kesempatan ini Nurul juga mengingatkan kepada para siswa dan siswi agar selalu melaksanakan kewajiban sebagai umat Muslim, selalu mengerjakan salat lima waktu agar selalu mendapat keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Jangan melupakan salat wajib lima waktu karena itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Muslim, orang yang bertaqwa kepada Allah SWT pasti akan mendapat kemudahan untuk apa yang telah diinginkan,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar