FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Baru 557 Hektare Reklamasi Perusahaan Tambang di Kalsel Penuhi Syarat

Foto istimewa. Net

KBRN, Banjarmasin : Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ) turut merespon terkait atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel soal pengawasan Reklamasi Perusahaan Tambang tahun 2022 ini.

Plt Kadishut Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan, dalam hal tersebut pihaknya berperan sebagai ketua tim penilaian soal reklamasi tambang.

"Ketua timnya kami dari Dishut bersama BPDASHL Barito, perguruan tinggi, ESDM. Itu berdasarkan Permenhut p.60 tahun 2009," katanya, di Banjarbaru Selasa (18/1/2021).

Ada dua yang jadi penilaian, yaitu tanaman Rehab DAS atau diluar areal tambang sementara Reklamasi di dalam area tambangnya.

"Jadi kalau tambang itu tidak digunakan lagi mereka harus Reklamasi, revegetasi dan penataan lahan, kalau sudah selesai mereka minta kami yang menilai," ucapnya.

Menurutnya, catatan pelaporan dan lain sebagainya soal reklamasi tambang di Kalsel semuanya ditangani oleh Kementrian KLHK.

"Permen no P.26 tahun 2021, kita ada pada saat mereka mengajukan ingin mengembalikan lahan tersebut mereka minta dinilai oleh kita dan laporan itu kita kembalikan ke KLHK," jelasnya.

Dia pun membeberkan, reklamasi tambang dari pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan di Kalsel sampai saat ini tercatat baru 557 hektare memenuhi syarat dari kewajiban sebanyak 1216 hektare.

"Kita berharap semua bisa bergerak, baik ESDM, Perkebunan dengan karetnya, semua bisa melaksanakan  kewajibannya untuk memulihkan tutupan lahan. Karena bisa berimbas pada IKLH di Kalsel," ujarnya.

Terakhir Dia menyebut, berdasarkan Kalsel punya Program Revolusi Hijau yang digagas Gubernur Kalsel sejak 3 februari 2017 lalu serta dilegalkan dengan Perda Pemprov Kalsel.

"Semua punya kewajiban untuk melakukan penanaman dan memelihara pohon baik pemegang izin konsesi kemudian di perusahaan swastalainnya, ASN pegiat lingkungan hingga masyarakat, jadi semua harus menjaga itu," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar