Tabalong Raih Penghargaan TPID

Istimewa

KBRN, Banjarmasin : Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Dirjen Bina Bangda Kemdagri menyerahkan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kepada Kabupaten Tabalong di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Penyerahan penghargaan langsung diserahkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dan disaksikan langsung oleh Hari Nur Cahya selaku Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sambutannya, Sahbirin Noor mengucapkan selamat kepada Kabupaten Tabalong, yang baru saja menerima penghargaan TPID. 

“Ini sebuah penghargaan yang membanggakan bagi pemerintah Kabupaten Tabalong, sekaligus juga menunjukkan keberhasilan daerah dalam mengendalikan inflasi,” kata dia.

Menurutnya, inflasi yang terkendali memiliki multi efek yang positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, hingga kesejahteraan rakyat.

“Oleh karena itu, saya minta seluruh Bupati dan Wali Kota Se-Kalsel untuk bisa mengendalikan inflasi daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hari Nur Cahya selaku Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri mengatakan untuk meningkatkan pengendalian inflasi di daerah perlu komitmen kepala daerah. “Walaupun Kalsel belum bisa menjadi contoh tahun ini, kami hadir sebagai ketua pokja untuk kemenangan supaya semua teman-teman di seluruh indonesia bisa menang dan mampu mengendalikan inflasi,” katanya.

Ia berharap daerah lainnya dapat mencontoh Tabalong yang sudah menjadi juara kedua. “Semoga daerah lain dapat termotivasi untuk jadi juara satu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani menerangkan kenapa daerahnya bisa mendapatkan penghargaan TPID karena tujuannya hanya mengendalikan inflasi bukan untuk nomor satu. Tetapi setelah tau kisi-kisi penilaian maka inflasi dapat dikendalikan dan juaranya dapat raih.

“Kami di Tabalong ada program membantu masyarakat yang tidak mampu, kalau dari pusat bantuannya 15 kg beras kami tambah 10 kg. Yang tidak masuk program nasional kami siapkan 20 kg. Ini yang menyebabkan kami dapat mengendalikan inflasi,” katanya.

Setelah itu, Perumda membeli beras kepada petani yang harganya lebih tinggi dari pada pembelian Bulog. Lalu Perumda menjual ke Pemda lebih murah dari harga jual bulog ke Pemda.

“Akhirnya petani pendapatannya meningkat kemudian inflasi terkendali. Itu yang kita lakukan selama ini sehingga dapat meraih penghargaan TPID,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00