Selain Surat Pengantar, Warga Pendatang Harus Kantongi Hasil Rapid Test Antigen

KBRN Banjarmasin : Dalam upaya mengendalikan kasus COVID-19 pasca Lebaran Idul Fitri 1442 H di Banjarmasin, pemerintah kota akan melakukan pendataan warga pendatang dan rapid test antigen,

Hal ini diungkapkan dalam dialog Lintas Banjarmasin Pagi Pro 1 RRI Banjarmasin, Selasa (18/5/2021).

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan dari Pj Walikota Banjarmasin. 

“Setiap orang yang bepergian atau masuk ke wilayah Banjarmasin pada pasca lebaran, kita pastikan harus mengantongi surat bebas dari COVID-19, atau jika tidak bisa memperlihatkan hasil PCR, minimal harus menyajikan hasil Rapid Test Antigen negatif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini ketersediaan stok rapid test antigen mencukupi karena pihaknya menerima bantuan sebanyak 5.000 pcs, dan sebagian sudah dibagikan ke 26 puskesmas.

“Stok di Dinas Kesehatan sendiri masih ada sekitar 2.000 pcs. Kalau orang tersebut tidak bisa melakukan secara mandiri, kami akan melakukan tracing ke rumah warga yang ada anggota keluarganya yang baru dari pulang kampung,” tutur Machli.

Terkait mekanismenya, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Banjarmasin, Fakhriawaty mengungkapkan salah satunya dengan cara melakukan pendataan terhadap mobilitas penduduk, baik yang datang maupun pindah keluar kota Banjarmasin.

“Bahwa setiap penduduk yang ingin menjadi warga Kota Banjarmasin tetap harus melampirkan surat keterangan pindah dari daerah asal. Namun, bagi warga yang belum sempat mengurus surat pindah atau surat izin dari Kota Banjarmasin. Kita ada pendataan penduduk non permanen, dan mengeluarkan surat bukti pendataan penduduk non permanen tersebut,” ungkap Aya. 

Ditambahkannya, warga yang ingin memohon surat pendataan penduduk non permanen tersebut harus dengan syarat pengantar RT. 

“Berdasarkan dari himbauan Dinas Kesehatan, setiap penduduk yang baru datang juga harus melakukan pemeriksaan COVID-19,” tambahnya.

Sementara, hingga sampai saat ini penyebaran kasus covid-19 di Kota Banjarmasin, memiliki jumlah akumulasi  kasus terkonfirmasi positif berjumlah 8.918, dengan 178 kasus aktif, 8.541 sembuh, 200 orang meninggal dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00