FOKUS: #PPKM MIKRO

2 Miliar Untuk PPKM Mikro 'Tak Ada Alasan Lagi Tidak Berjalan'

Yustisi Pasar Di Banjarmasin Awal Pandemi

KBRN, Banjarmasin : Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro kembali diterapkan menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, terkait penanganan virus covid-19.

Di Kota Banjarmasin, hingga saat ini masih mengandalkan posko yang ada di Kelurahan hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Namun sayangnya, penerapannya PPKM Mikro tak nampak bahkan sudah beberpa kali di perpanjang. 

Belakangan diketahui, dari informasi yang didapat pihak kecamatan hingga ke bawahnya, tidak memiliki dana untuk menggelar PPKM Mikro. 

Dikonformasi terkait hal itu, Pj Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen mengaku pihaknya sudah melakukan rapat bersama jajarannya beserta pihak kecamatan menindaklanjuti penerapan PPKM Mikro. Dari hasil rapat diketahui bahwa pemko sudah menyediakan alokasi dana untuk menunjang penerapan PPKM Mikro. 

"Anggaran sudah dialokasikan, mudah-mudahan Mei ini sudah berjalan," Katanya.

Plh Sekteris daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi Pj Wali Kota Banjarmasin, pihaknya bakal mengalokasikan dana untuk PPKM sebesar Rp2 miliar untuk lima kecamatan di Kota Banjarmasin. 

"Dana itu dikoordinir oleh camat masing-masing. Kecamatan mana yang kebutuhannya lebih banyak, maka alokasi yang disediakan pun juga lebih banyak. Dilihat kebutuhannya," jelas Muhyar.

Lebih lanjut. Mukhyar juga menjelaskan, untuk bisa mengambil dana yang dialokasikan, pihak kecamatan mesti mengajukan permohonan dahulu ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin. 

"Kami minta agar kecamatan lebih aktif, bila ingin dana turun lebih cepat. Karena sudah ada alokasi dana, jadi tidak ada alasan PPKM Mikro tidak berjalan," tambahnya. 

Muhyar juga menjelaskan bahwa dana untuk PPKM mikro sudah ada dan tinggal dicairkan, sementara dari alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar, masing-masing kecamatan akan mendapat kucuran dana sekitar Rp400 juta. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00