Dinkes Kalsel Bersama UNICEF Luncurkan Kick Off BIAN Kalsel Tahun 2022

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin menyuntik vaksin imunisasi anak pada kegiatan Kick off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Provinsi Kalsel Tahun 2022 di Posyandu Lestari di Banjarmasin. Foto: Humas Pemprov Kalsel

KBRN, Banjarmasin: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kesehatan Kalsel bekerja sama dengan UNICEF meluncurkan Kick off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Provinsi Kalsel Tahun 2022 di Posyandu Lestari, Banjarmasin.

Kegiatan Kick off BIAN dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ketua PKK Kota Banjarmasin dan jajaran kader Posyandu Lestari.

Kadinkes Kalsel, Diauddin mengatakan kick off BIAN resmi dimulai untuk memberikan imunisasi lengkap bagi anak yang ada di Kalsel. 

“Jadi target sasaran untuk program BIAN di Kalsel sebesar 1.4 juta anak, selama satu bulan mulai dari 18 Mei sampai dengan 17 Juni,” kata Diauddin di Banjarmasin.

Adapun vaksin yang disediakan ada dua yaitu imunisasi kejar meliputi vaksin Polio OPV dan IPV, vaksin pentavalent yaitu DPT-HB-HIB serta imunisasi tambahan yaitu campak atau Measles-Rubela (MR).

“Pelayanan akan dimulai di posyandu dan puskesmas, setelah itu menyasar di sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, imunisasi merupakan upaya pencegahan yang aman, serta disediakan gratis oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari berbagai penyakit menular berbahaya khususnya anak-anak. 

Untuk itu diimbau agar semua elemen masyarakat dapat berupaya untuk menyukseskan pelaksanaan BIAN ini.

“Mari bersama, kita lindungi anak-anak dari Penyakit-penyakit yang Dapat di Cegah Dengan Imunisasi (PD3i) dengan berpartisipasi aktif pada pelaksanaan BIAN. Ayo bergerak bawa anak-anak kita ke puskesmas, posyandu atau pos yang telah ditunjuk untuk memberikan pelayanan imunisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Zonal Coordinator Imunisasi UNICEF Wilayah Kalimantan-NTB-NTT, Jana Fitria Kartika Sari menambahkan selama BIAN, ditargetkan cakupan imunisasi tambahan measles atau campak dan rubela minimal 95 %, sementara imunisasi kejar minimal 80%.

“Untuk Kalimantan sasaran imunisasi campak-rubela pada anak usia 9 bulan hingga di bawah 12 tahun dan imunisasi kejar anak usia 12 hingga 59 bulan,” katanya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar