Saksi Ahli Pemohon sebut 'Police Line' jalan Hauling tidak Sah

Hairul Huda

KBRN, Banjarmasin: Sidang lanjutan praperadilan kasus 'police line' Jalan Hauling Km 101 Tapin, kembali digelar di Pengadilan Negeri Banjarmasin, Rabu (19/1/2020). Sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Putu Agus Wiranata tersebut mengusung agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak pemohon. 

Dalam agenda tersebut, pihak pemohon yakni Asosiasi Pekerja Tongkang dan Sopir Hauling menghadirkan pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Hairul Huda. 

"Garis police line itu di gunakan saat penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara, setelah selesai olah TKP. Garis polisi seharusnya di lepas oleh penyidik," kata Hairul Huda.

Menurutnya, police line yang di pasang polisi terkait penutupan hauling agm kilometer 101 wajib menyertakan surat izin dari pengadilan, dan praperadilan itu bisa di ajukan oleh LSM, atau ormas dan masyarakat yang merasa di rugikan dengan adanya police line. 

Sementara itu Kuasa Hukum pemohon, Boyamin Saiman menyatakan, dari keterangan saksi ahli yang di ajukan hari ini ia berkeyakinan praperadilan akan memenangkan pihaknya. 

"Saya yakin pada praperadilan yang kami ajukan terkait penutupan jalan hauling KM 101, akan kita menangkan," harapnya. 

Sidang tersebut akan dilanjutkan Kamis (20/01/22) besok, dengan agenda jawaban dari pihak Kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar