77 Tahun Indonesia Merdeka, Pekerjaan Rumah Masih Belum Usai

Psikolog Anak Universitas Pasundan Bandung, Almadina Rakhmaniar (Foto: Wildan Pratomo / RRI Bandung)

KBRN, Bandung: 77 Tahun Indonesia Merdeka, berbagai pertumbuhan dan perkembangan bangsa sangat di rasakan, mulai dari Infrastruktur, Tekhnologi, Pendidikan hingga kesehatan tak luput dari perkembangan masa ke masa. 

Namun di balik tumbuh kembang bangsa ini, sejumlah persoalan peluk masihmenyelimuti dan menjadi pekerjaan rumah yang harus senantiasa di tuntaskan. Seperti masalah perlindungan dan pemenuhan atas hak anak, hingga optimalisasi UMKM. 

Seperti di katakan Psikolog Anak dari Universitas Pasundan Bandung, Almadina Rakhmaniar. Menurutnya, di tengah kemajuan yang luar biasa dari bangsa Indonesia, kemerdekaan anak masih menjadi salah satu sorotan penting yang harus di tuntaskan. 

"Sampai Hari ini perkembangan bangsa sangat luar biasa tapi masalah kemerdekaan anak ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama," ungkapnya. Kamis (11/8/2022). 

Adapun dijelaskan Alma, Kemerdekaan anak merupakan pemenuhan hak hak atas anak, yang menjadi tanggung jawab bersama, baik keluarga sebagai kelompok terkecil dalam negara hingga pemerintah selaku pemangku kebijakan. 

"Sayangnya sampai hari ini pemenuhan hak hak atas anak masih belum sempurna, masih banyak di temukan berbagai permasalahan klasik mulai dari kurangnya perhatian anak di dalam keluarga hingga kasus kasus yang menyeret anak, menjadi peringatan keras 77 tahun Indonesia merdeka. ini menjadi permasalahan dan tanggung jawab kita bersama untuk sesegera mungkin menuntaskannya, mengingat anak anak kita hari ini akan menjadi figur figur penting penerus estafet perjuangan bangsa," terangnya. 

Hal senada pun di ungkapkan CEO Cai Kaung, Deni Rizki, upaya pemerintah dalam memulihkan sektor ekonomi yang menjadi salah satu titik vital mulai terasa meskipun belum maksimal terlebih dalam mengeksplor kemampuan UMKM dalam negeri. 

Dijelaskan Deni, sulitnya meraih perizinan, kurangnya bantuan promosi, dan dorongan agar UMKM bisa menembus pasar global masih menjadi pengganjal UMKM Indonesia tumbuh dan berkembang. 

Padahal di ucapkan Deni, UMKM muda Indonesia memiliki kemampuan dan daya saing luar biasa, dengan produk produk yang unik asli daerahnya masing masing. 

"Kalau sampai hari ini di 77 Tahun Indonesia Merdeka permasalahannya itu ya masih sulitnya perizinan, kurangnya bantuan pemerintah dalam hal promosi produk asli UMKM, hingga kurangnya dorongan untuk memasarka produk agar mampu bersaing di pasar global, padahal UMKM kita di Indonesia apalagi anak anak mudanya sangat luar biasa besar dan produknya pun berani di sandingkan dengan produk asing. Kalau untuk pemanfaatan tekhnologi saya yakin anak anak muda sekarang apalagi UMKM muda sangat menguasai tapi untuk 3 hal krusial ini hanya pemerintah yang mampu membantunya," paparnya.

"Saya berharap pemerintah bisa menuntaskan masalah ini, guna bersama sama memajukan perekonomian bangsa dengan peran aktif UMKM di Indonesia yang memiliki daya saing luar biasa," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar