KRI 2022 di Gelar secara Luring Picu Geliat Robotika Indonesia Berkarya

KRI 2022 digelar luring, Kemendikbudristek berikan hadiah kepada pemenang (Foto: kemendikbudristek/RRI)

KBRN, Bandung: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sukses menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional tahun 2022. Kontes yang diselenggarakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2022 ini, dilaksanakan secara luring dengan menghadirkan tim yang telah lulus tahap 1 dan 2 tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kemendikbudristek, Kiki Yulianti mengapresiasi atas terselenggaranya KRI tahun 2022. 

“Kontes robot tahun ini adalah kontes robot yang dilaksanakan pertama secara luring setelah pandemi Covid-19, suasana yang berbeda, rasanya beda, segala sesuatunya berbeda tapi yang pasti semangatnya luar biasa,” urai Kiki, melalui keterangan resminya, Rabu (6/7/2022).

 Pelaksana tugas Kepala (Plt) Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Asep Sukmayadi mengatakan, kontes robot ini dinantikan kehadirannya oleh seluruh peserta. Mengingat, pada tahun sebelumnya, pelaksanaan KRI dilaksanakan secara daring akibat pandemi Covid-19.

“Kita melihat bahwa pertemuan secara langsung, bagaimanapun itu lebih bermakna. Karena kita berkewajiban untuk menfasilitasi mahasiwa untuk bertatap langsung tidak bisa selamanya secara on screen. Bahkan saat tim  menyentuh semua komponen robot yang mereka kembangkan menjadi cerminan semangat mereka dalam menuangkan ide (berkarya),” tutur Asep. 

Plt Kapuspresnas juga menambahkan  pihaknya akan mengembangkan metode hibrida dalam pelaksanaan kompetisi di masa mendatang. Di mana untuk tahap seleksi dilaksanakan secara daring sementara untuk kompetisi tingkat nasional dilaksanakan secara tatap muka.

“Karena mahasiswa adalah bagian dari bangsa yang perlu dipertemukan melalui karya-karya hebat mereka,” pungkasnya. 

Kegiatan KRI tahun 2022 dilaksanakan sebanyak enam divisi. Divisi yang dilombakan adalah Divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Divisi Kontes SAR Indonesia (KRSRI), Divisi Kontes Robot Tematik (KRTMI), Divisi Kontes Seni Tari Indonesia (KRSTI), Divisi Kontes Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-Beroda), dan Divisi Kontes Robot Sepak Bola Humanoid (KRSBI-Humanoid). 

Adapun pemenang untuk divisi KRAI adalah tim RIDER dari ITS sebagai juara pertama, tim Garudago dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai juara kedua, tim EIRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai juara ketiga, dan tim ABUROBONEMA dari Politeknik Negeri Malang sebagai juara harapan. Di samping itu, ada tim EIRA yang menjadi juara untuk desain terbaik dan tim RIDER sebagai strategi terbaik.

Sementara untuk divisi KRSRI, juara pertama diraih oleh tim EILERO dari PENS, juara kedua diraih oleh tim DOME dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), juara ketiga diraih oleh tim ABINARA-1 dari ITS, dan juara harapan diraih oleh tim Gareng Punk dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sedangkan pemenang desain terbaik diraih oleh tim DEWAYANI dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan strategi terbaik diraih oleh tim EILERO.

Kemudian untuk divisi KRTMI, juara pertama diraih oleh tim RIVAL dari ITS, juara kedua diraih oleh tim RR EL GANADOR dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), juara ketiga diraih oleh tim Genesis dari ITB, dan juara harapan diraih oleh tim ROBOTAN 1.0 dari Universitas Jember (UNEJ). Adapun pemenang desain terbaik diraih oleh tim RIVAL dan strategi terbaik diraih oleh tim ROBOTAN 1.0.

Kemudian, untuk divisi KRSTI, juara pertama diraih oleh Alfan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), juara kedua diraih oleh tim ERISA dari PENS, juara ketiga diraih oleh tim Lanange Jagad dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan juara harapan diraih oleh tim ROSEMERY dari UNY. Untuk desain dan artistik terbaik diraih oleh Alfan.

Selanjutnya, untuk divisi KRSBI-Beroda, juara pertama diraih oleh tim IRIS dari ITS, juara kedua diriah oleh tim ERSOW dari PENS, juara ketiga diraih oleh tim USEROS dari Universitas Semarang (USM), dan juara harapan diraih oleh tim Enspartan dari Universitas Brawijaya (UB). Untuk desain terbaik diraih oleh tim ERSOW dan strategi terbaik diraih oleh tim IRIS.

Pada Divisi KRSBI-Humanoid, juara pertama diraih oleh tim ICHIRO dari PENS, juara kedua diraih oleh tim Barelang FC dari Politeknik Negeri Batam, juara ketiga diraih oleh tim EROS dari PENS, dan juara harapan diraih oleh tim GANDAMANA dari Unesa. Pemenang untuk desain terbaik diraih oleh tim EROS dan strategi terbaik diraih oleh tim ICHIRO.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar