Jelang Iduladha Ratusan Ekor Hewan Ternak Terindikasi PMK

Fungsional Medik Feteriner Ahli Muda Disnakkeswan Kabupaten Subang drh. Wina Supriatin (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang : Menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriyah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, mencatatat 637 kasus hewan ternak yang terindikasi tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang Bambang Suhendar, melalui Fungsional Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang drh. Wina Suprihatin mengungkapkan, kasus ke 600 lebih hewan ternak, yang diduga terkena PMK itu, tersebar di sejumlah kecamatan, diantaranya Kecamatan Purwadadi, Subang, Tambakdahan dan Jalancagak. Sedangkan jenis hewan ternak, yang terindikasi terkena PMK itu, seperti sapi perah, sapi potong dan juga kerbau.

"Paling banyak di Purwadadi, karena populasi hewan ternak di sana banyak, selain ada kelompok peternak, juga ada beberapa perusahaan peternakan hewan di sana," ungkap Wina kepada RRI di Subang, Rabu (21/6/2022).

Namun lanjut Wina, dari 600 lebih hewan yang diindikasikan terkena PMK, 200 diantaranya sudah dinyatakan sembuh, berkat penanganan cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Peternarkan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, terhadap hewan ternak tersebut.

"Alhamdulillah, saat ini sudah 200 an ekor, yang sudah dinyatakan sembuh dari PMK," terangnya.

Sementara itu, lanjut Wina, dari hewan ternak yang terindikasi PMK, tiga ekor diantaranya mati, dan 13 ekor lagi di potong paksa. karena ada kekhawatiran dari pemilik, takut hewannya mati mendadak.

"Yang tiga ekor hewan ternak yang mati mendadak itu, dieradikasi, dengan cara dikuburkan, kemudian ditaburi kapur, agar virusnya juga ikut mati," pungkas Wina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar