Magang di Jepang, Belasan Pemuda Tasikmalaya Dapat Pelatihan Kadin

"Pemuda Tasikmalaya mengikuti pelatihan sebelum magang di Jepang," (Foto Istimewa/ RRI)

KBRN, Tasikmalaya : 14 orang pemuda - pemudi lulusan SMA derajat mengikuti pelatihan program magang ke negara Jepang.  Para pemuda ini, nantinya akan ditempatkan selama 3 tahun kedepan, dalam berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, industri, teknik, hingga perawat di rumah sakit.

Kesempatan bekerja di Jepang ini, merupakan salah satu program Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama dengan pemerintah Jepang serta sejumlah lembaga pendidikan.

"Kick off" dimulainya pendidikan bagi 14 pemuda - pemudi ini, dilakukan di Kantor Kadin Kabupaten Tasikmalaya, Senin (23/5/2022).

Ketua Kadin Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Abdul Qoyum mengatakan, program magang ke Jepang ini dipilih, sebagai program prioritas Kadin Kabupaten Tasikmalaya, seiring banyaknya lulusan SMK sederajat, bahkan Sarjana yang bum mendapat pekerjaan.

"Kami berharap mereka juga bukan hanya mencari pekerjaan. Namun menciptakan lapangan pekerjaan,"  jelasnya kepada RRI, Senin (23/5/2022).

Setelah 3 tahun magang di Jepang, dan kembali ke Tasikmalaya, diharapkan ke 14 orang ini, sudah mampu menjadi  pengusaha.

"Dengan kapasitas keahlian dan mungkin modal yang dikumpulkan selama bekerja di Jepang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerahnya. Sesuai dengan minat bakat dan potensi sesuai mereka tinggal," ucapnya.

Program magang ini dinilai sangat selaras dengan program Kadin dalam membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, dan mencetak lapangan kerja. Termasuk, menciptakan wirausaha baru. Sebab mereka pun selain dilatih kapasitas keahlian, juga pola pandang hingga  kewirausahaan.

"Ini sifatnya mandiri, tidak ada seleksi khusus.  Ada minat dan semangat ingin membangun pengalaman dan merubah kehidupan ekonominya, kita terima," jelas Cecep.

Program ini, lanjut Cecep, sangat bergantung pada semangat peserta dan dukungan orang tuanya. Konsistensi dan kemauan keras, menjadi seleksi alam yang nantinya akan mempertahankan ke 14 orang tersebut mengantarkan berangkat ke Jepang.

Untuk modal ongkos keberangkatan, maka pihak Kadin bekerja sama dengan bank BRI, menyiapkan modal awal berupa pinjaman lunak melalui KUR Migran yang bisa diangsur pengembaliannya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar