Pemkot. Cimahi Canangkan Program "Awas Sikoma", Kelola Sampah Efisien

KBRN CIMAHI: Guna mengatasi permasalahan sampah, Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencanangkan Pengembangan Kawasan Pengelolaan Sampah Menuju Sirkular Ekonomi Mandiri (AWAS SIKOMA) pada hari Sabtu (21/5) di RW. 18 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. 

"Permasalahan sampah menjadi masalah yang sangat serius sehingga perlu perubahan yang sangat mendasar untuk menyikapi masalah sampah ini," ungkap Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana seperti dilansir laman resmi Diskominfo Cimahi, Minggu (22/5/22).

Ngatiyana menyebutkan salah satu kendala dalam urusan pengelolaan sampah adalah pembiayaan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah harus memprioritaskan dulu urusan wajib pelayanan dasar, sementara pengelolaan sampah adalah urusan wajib non pelayanan dasar. 

“Diperlukan terobosan dalam menyikapi masalah pembiayaan pengelolaan sampah ini, agar nanti di dalam penyusunan dokumen perencanaan, seperti RPJMD, RESTRA, RKPD, sampai akhirnya diterjemahkan ke dalam penyusunan APBD, urusan sampah dapat juga menjadi prioritas dan anggarannya dapat memadai, minimal sesuai standar yaitu 3% dari APBD,” tukas Ngatiyana.

Masalah lain yang muncul dalam upaya pengelolaan sampah adalah masalah sosial kultural. Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018, sekitar 72% masyarakat Indonesia tidak peduli dalam urusan sampah. Dalam hal ini Ngatiyana menyayangkan sikap masyarakat yang masih belum peduli pada pengelolaan sampah.

Program Pengembangan AWAS SIKOMA diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah di Kota Cimahi, melalui gerakan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku dan membangun peradaban dalam pengelolaan sampah. 

RW 18 Kelurahan Cipageran ini menjadi pilot project untuk Program Pengembangan AWAS SIKOMA di Kota Cimahi. Untuk ke depannya, Ngatiyana menyatakan akan melakukan hal serupa di RW-RW lainnya se-Kota Cimahi.

“RW-RW lain sudah ada yang melaksanakan, sebagai pilot project-nya ada di RW 18 nanti akan ditularkan ke RW yang lain. Walaupun sebagian RW-RW sudah ada yang memproduksi namun belum optimal seperti ini, mudah-mudahan nanti dikembangkan melalui pelatihan-pelatihan semoga nanti menyebar di seluruh Kota Cimahi sehingga membantu mengurangi sampah di Kota Cimahi,” harap Ngatiyana. 

Pengelolaan sampah di RW 18 Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara telah dilakukan secara mandiri oleh warga. Warga secara aktif memilah dan mengolah sampah rumah tangga dengan budidaya maggot yang ramah lingkungan. Setiap bulannya RW. 18 Cipageran bisa menghasilkan 100 kg lele segar yang sebagian hasilnya dibagikan secara gratis kepada warga dan sebagian lagi diolah menjadi produk olahan.

Pada kegiatan Pencanangan Pengembangan AWAS SIKOMA dilakukan peresmian peternakan ikan lele sebagai simbol upaya pengembangan pengelolaan sampah di RW, serta pemberian motor sampah dari DLH Kota Cimahi sebagai bentuk perhatian dan insentif dari Pemerintah Kota Cimahi kepada para pelaku kelompok masyarakat yang sudah sudah berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah mengurangi dan menangani sampah di Kota Cimahi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar