Target BKKBN, Stunting Kurang dari 600 Ribu Anak per Tahun

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. (Foto: Wildan Pratomo - RRI Bandung)

KBRN, Bandung : Guna mewujudkan stunting pada 2024 turun mencapai angka 14 persen, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) targetkan penambahan stunting pada setiap tahunnya tidak lebih dari angka 600 ribu.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan, saat ini angka kelahiran anak dengan kondisi stunting, di Indonesia dalam satu tahun mencapai 1,2 juta anak, dari total kelahiran anak 4,8 juta pertahun.

“Kami terus berupaya dengan berbagai cara untuk mencapai target angka kelahiran anak dengan stunting, tidak lebih dari 600.000 anak pertahun, mengingat saat ini dari total 4,8 juta anak yang lahir dalam satu tahun, 1,2 juta anak diantaranya lahir dengan kondisi stunting, maka dari itu berbagai upaya kami lakukan, mulai dari sosialisasi dan edukasi hingga pemberian kapsul penambah darah, bahkan yang saat ini kolaborasi dengan stakeholder untuk memberikan bantuan sosial, guna mewujudkan hal tersebut,” jelas Hasto, di salah satu hotel di Kota Bandung. Kamis malam (27/1/2022).

Lebih lanjut kata Hasto, tidak hanya strategi pencegahan di hulu, upaya treatment khusus pun akan di berikan, untuk daerah daerah yang memiliki kondisi khusus, seperti Jabar dan Banten yang memiliki populasi penduduk besar, dan NTT yang memiliki angka stunting tinggi.

“Ya perhatian khusus dan treatment khusus seperti daerah Jabar dan Banten yang memiliki populasi tinggi dan NTT yang memiliki kasus stunting tinggi pasti di berikan, termasuk kantung kantung daerah dengan potensi stunting yang tinggi,”katanya.

Hasto menegaskan, kendati ada daerah daerah yang mendapatkan perhatian khusus, bukan menjadi alasan untuk daerah lain tidak di genjot untuk bersama-sama mengatasi dan melawan stunting, mengingat stunting menjadi musuh besar bangsa, yang membonsai pertumbuhan anak generasi emas penerus bangsa.

“Bukan berarti daerah lain tidak di perhatikan ya, daerah lain tetap akan di genjot juga, hanya saja kenapa NTT, Jabar dan Banten mendapatkan perhatian khusus karena memang permasalahan disana kompleks, seperti di Jabar dan Banten saja saat ini populasi disana sangat besar jabar hampir 50 jt penduduk dan rata rata usia produktif nya tinggi terlebih Jabar maupun Banten sama sama tinggi stuntingnya untuk Jabar berada di 24 persen dan Banten di 27 persen, jadi ini jelas membutuhkan perhatian ekstra,”tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar