Miniatur Penyiaran Indonesia, KPID : 437 Lembaga Penyiaran Terdapat di Jabar

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet. (Foto: Istimewa)

KBRN, Bandung : Populasi Jawa Barat yang hampir mencapai 50 juta penduduk, menjadikan Jawa Barat, Provinsi yang di anggap merupakan Miniatur Indonesia, banyaknya populasi baik masyarakat asli hingga pendatang dari berbagai daerah, membentuk warna dan keragaman baru yang unik, begitupun dalam dunia Penyiaran.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, Kekayaan Jawa Barat tidak hanya berupa banyaknya kebudayaan dan kekayaan suku yang bernaung di dalamnya melainkan hingga lembaga penyiarannya. Tercatat sampai saat ini sebanyak 437 lembaga penyiaran berada di Jawa Barat, dan hal itu menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan lembaga penyiaran terbanyak pertama di Tanah Air.

"Sampai saat ini di Jawa Barat tercatat ada sebanyak 437 lembaga penyiaran, dengan rincian 14 RRI, 7 TVRI, 30 LPK Radio, 215 LPS Radio Swasta FM, 14 LPS Radio Swasta AM, 1 LPPL TV, 50 LPS TV Digital, 8 LPP Radio, 16 LPB TV, 4 LPB TV, dan 78 LPS TV Analog dengan hal itu menempatkan Jabar sebagai provinsi dengan lembaga penyiaran terbanyak di Indonesia, yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota sehingga tak heran jika Jabar menjadi miniatur di Indonesia,"ungkapnya. Senin (24/1/2022).

Kendati demikian dikatakan Adiyana, Meski terbilang sangat baik, masih di temukan sejumlah permasalahan dalam pengawasannya.

"Permasalahan yang ditemukan seperti masih adanya lembaga penyiaran yang melanggar ketentuan baik itu Undang - Undang 32 tahun 2002 maupun Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), Seperti masih ditemukannya lembaga penyiaran televisi yang menayangkan program tidak semestinya seperti aqikahan anak,"katanya.

Untuk itu jelas Adiyana, KPID terus berupaya tidak hanya mengawasi namun juga mengedukasi dan mensosialisasikan, aturan yang berlaku, sehingga Miniatur Indonesia yang mewakili gambaran utuh Indonesia itu, bisa semakin baik bagi mata dan telinga masyarakat.

"Dengan upaya kami mengedukasi dan mengawasi, kami berharap mata dan telinga masyarakat bisa terjaga dari siaran yang tidak semestinya, selain itu kami juga berharap pengawasan semesta bisa di tingkatkan, guna mewujudkan penyiaran yang berkualitas kedepannya,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar