Ketua PB Porprov XIV Berharap Komitmen dari KBB Sebagai Tuan Rumah

Ketua PB Porprov XIV Jabar M. Budhiana

KBRN, Bandung: Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIVJawa Barat berharap Kabupaten Bandung Barat (KBB) tetap berkomitmen untuk menjadi tuan rumah pelaksana pertandingan cabang olahraga. 

Penetapan tuan rumah pelaksana pertandingan Porprov XIV Jabar itu, sesuai dengan Keputusan Gubernur Jabar, KBB ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan 17 cabang olahraga Porprov XIV Jabar.

Ke-17 cabang olahraga tersebut yakni barongsai, berkuda equestrian, bowling, cricket, dansa, drum band, gulat, jujitsu, dan kempo. Lalu cabang olahraga menembak, senam, sepatu roda, ski air, squash, woodball, biliar, dan binaraga.

“Sejalan dengan waktu, ada satu cabang olahraga yang batal digelar di KBB yakni sepatu roda sehingga ada 16 cabor yang akan digelar disana. Tapi beberapa hari terakhir, Plt Bupati Bandung Barat berstatemen jika KBB hanya mampu menggelar empat cabor saja,” kata Ketua PB Porprov XIV Jabar, M. Budhiana saat ditemui di ruang kerjanya, gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (8/8/2022).

Pernyataan yang dilontarkan Plt. Bupati KBB, Hengky Kurniawan tersebut, kata Budhiana, disampaikan melalui media massa beberapa pekan lalu. Namun hingga saat ini, belum ada surat secara formal yang disampaikan pihak pemerintah terkait kesiapan KBB yang hanya bersedia menggelar empat cabang olahraga.

Budhiana berharap, semua stakeholder keolahragaan di Jabar harus melihat kepentingan bersama. Yakni terkait dengan pembinaan prestasi dan masa depan keprestasian atlet Jabar.

“Terkait kendala dana yang disebutkan menjadi alasan kesiapan KBB, saya kira itu bisa dibicarakan antar kepala daerah termasuk dengan KONI Jabar dan PB Porprov XIV Jabar. Masalah ini bisa kita cari solusi dan jalan keluar bersama-sama,” kata dia.

Selain itu, berdasarkan keterangan dari technical delegate 16 cabang olahraga Porprov XIV Jabar yang digelar di KBB, pihak tuan rumah mendapatkan keistimewaan yakni wild card atau lolos langsung tanpa melalui babak kualifikasi di beberapa cabang olahraga. Untuk itu, hal tersebut harus diperhatikan oleh para pemangku kebijakan olahraga di KBB, baik itu KONI maupun pemerintah KBB.

Untuk itu, semua pihak bisa duduk bersama untuk mencari keuntungan bersama dan semua merasa diuntungkan. Pasalnya, KBB memiliki banyak amenegaskantlet yang berpotensi meraih medali emas yang harus diselamatkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar