Konstelasi Keolahragaan di Jawa Barat Mulai Memanas

Profesor Herman Subarjah, praktisi bulutangkis Jawa Barat (Foto: Istimewa)

KBRN, Bandung: Porprov dan Musorprov dua momentum yang akan dihadapi keolahragaan di Jawa Barat di penghujung tahun 2022. Porprov 2022 adalah jembatan bagi keprestasian Jawa Barat menuju PON. Sesuai tradisi, Porprov menjadi ajang penyeleksian dan penetapan atlet-atlet yang berpotensi untuk ditampilkan di ajang PON.

Apalagi di PON 2024 mendatang, Jawa Barat akan hadir sebagai juara bertahan. Porprov sebagai pesta olahraga empat tahunan untuk tingkat Jawa Barat yang akan digelar November 2022 nanti sangat penting untuk menentukan atlet sebagai amunisi meraih hattrick atau juara ketiga kalinya secara berturut-turut.

Sementara dua bulan sebelumnya yakni September 2022, sesuai keputusan KONI Pusat, KONI Jawa Barat diharuskan menggelar Musoprov dengan agenda pemilihan ketua umum dan kepengurusan baru.

Dua pilihan yang cukup dilematis bagi insan olahraga di Jawa Barat apakah harus digelar Musorprov terlebih dahulu atau sebaliknya  menunda Musorprov dan mendahulukan Porprov di bulan November, mendatang.

“Kalau boleh memilih Porprov yang harus diutamakan sementara Musorprov bisa ditunda setelah Porprov. Kami khawatir, jika di bulan September dilakukan Musorprovkonsentrasi akan terpecah, penyeleksian atlet untuk PON juga saya pikir akan terganggu. Bayangkan saja, jika digelar Musorprov di bulan September hanya selang sebulan ke November dan kalau Musorprov digelar lebih dahulu maka akan terjadi perpecahan karena terjadi perubahan pengurus baru," kata Profesor Herman Subarjah praktisi bulutangkis Jawa Barat, Jumat (27/5/2022).

"Jadi hematnya lupakan dulu Musorprov dan Porprov tetap dilaksanakan oleh pengurus yang masih berjalan, sehingga sangat kentara dan kelihatan hasilnya seperti apa ,” tambahnya.

Herman menambahkan, apabila memaksakan Musorprov sebelum Porprov apa yang harus dipertanggungkan jawabkan oleh pengurus lama. Justru menurut Herman, Porprov akan menjadi tugas dan pekerjaan rumah terakhir bagi kepengurusan KONI Jawa Barat saat ini sebelum menghabiskan masa kepengurusannya.

“Jadi, saya harap semua pengurus cabang olahraga lain bisa memahami mana yang lebih penting, jika saya boleh memilih sekali lagi, Porprov lah yang harus diutamakan jika ingin Jabar kembali berprestasi," jelasnya.

"Soal Musorprov untuk memilih kepengurusan baru bisa dilakukan setelah Porprov, karena rasanya tidak mungkin jika harus membuat laporan setelah Musorprov pada bulan Sepetember, sementara laporan hasil Poprov oleh siapa dikerjakan,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar