Ketum KONI Jabar: Kesulitan dan Kelelahan Kontingen Jabar, Terbayarkan

Ahmad Syaefudin Ketum KONI Jabar (marliawan/RRI)

KBRN, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada para atlet, yang telah menorehkan prestasi di Papua pada PON XX. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara langsung menyampaikan apresiasi kepada atlet yang meraih medali emas berupa uang tunai, sebesar Rp.300 juta, medai perak Rp.125 juta, dan medali perunggu Rp. 60 juta, di Gedung sate, Rabu (27/10/2021).

Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Syaefudin menuturkan, setelah melewati perjalanan panjang, dan melalui berbagai tantangan, akhirnya bisa dilalui dengan raihan juara umum yang ditarggetkan Gubernur.

"Syukur alhamdulillah, Ikhtar panjang dan pernak pernik yang kita lalui, dengan semangat dan keiklasan dari para ponggawa KONI dan para pemeran utamanya, yaitu atlet dan pelatih. Akhirnya kita bisa melampui dan berhasil meraih juara umum yang dicita citakan pada event PON XX ini," ungkap Ahmad, usai menghadiri penghargaan dari Gubernur.

"Kita berterima kasih mendapatkan apresiasi dari pemimpin tertinggi Jawa Barat, beserta stikholder lainnya. Semua kesulitan, kelelahan sudah terbayarkan hari ini, saya sangat bersyukur atas apa yang telah diraih, berkat Allah SWT dan dukungan dari semua komponen masyarakat, Jabar menjadi yang terbaik," imbuhnya.

Lanjut Ahmad Syaefudin, raihan juara umum PON 2021, pihaknya tetap akan mengevaluasi, agar atlet Jabar tetap bisa mempertahankan juara umum nanti di PON selanjutnya di Sumut dan Aceh.

"Amanah dari Gubernur, untuk bisa mempertahankan juara umum, kita akan memelihara atlet yang sudah berprestasi dan terus memupuk atlet. Karena bagaimanapun pembinaan dan kaderisasi atlet harus terus ditingkatkan, melalui program KONI yang sudah dijalankan," ucap Ahmad.

Terkait mandat Gubernur, bahwa KONI harus mendampingi kontingen NPCI jabar yang akan berlaga di Peparnas XVl Papua, Ahmad menegaskan, KONI akan melaksanakannya dan berkoordinasi dengan supriyatna sebagai Ketua NPCI Jabar dan Chef De Mission (CDM) Dedi Supandi. Untuk meyakinkan tidak ada kendala pada saat pertandingan, dan mensuport atlet agar bisa mempertahankan juara umum di tanah Papua, seperti pada saat Peparnas 2016 yang meraih juara umum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00