H Plus 5 Lebaran Lalin di Ruas Tol Cipali Ramai Lancar

Lalin Di Ruas Tol Cipali H Plus 5 Lebaran Terpantau Ramai Lancar (Foto Dok/Astra Tol Cipali)

KBRN, Subang: H plus 5 setelah Lebaran 1443 Hijriyah, arus lalu lintas (Lalin) balik dari arah timur, atau dari arah Cirebon menuju barat, atau menuju Jakarta, terpantau ramai lancar, yang didominasi kendaraan golongan 1, atau kendaraan pribadi.

General Manager Operation ASTRA Tol Cipali Suyitno mengatakan, pada H plus 5 lebaran kali ini, diskresi kepolisian masih diberlakukan, berupa penerapan one way, yang diberlakukan hingga saat ini. 

"Hari ini lalin di ruas Tol Cipali, masih diberlakukan one way, atas diskresi kepolisian," ujar Suyitno melalui press rillis yang di terima RRI di Subang, Sabtu (7/5/2022).

Sementara itu lanjut Suyitno, untuk jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Palimanan menujuarah barat, tercatat sebanyak 38,337 unit kendaraan. "Sedangkan untuk hari Jumat kemarin, atau H plus 4, lalin tercatat sebanyak 122.346 unit kendaraan, yang melitas di ruas tol Cipali," ungkapnya.

Ia menambhakan, untuk kepadatan lalin terjadi menjelang rest area, yang diberlakukan buka tutup, jika kondisi kendaraan sudah melebihi kapasitas.

Suyitno juga menghimbau, agar pengguna jalan dapat beristirahat di rest area berikutnya, ataukeluar di gerbang terdekat. 

"Pengguna jalan agar dapat mematuhi aturan yang berlaku, tidak berhenti di bahu jalan, atau memotong jalan di median. Tetap berhati-hati, dan menjaga jarak aman, serta berkendara dengan batas kecepatan minimal 60 KM per-jam, dan batas maksimal 100 KM per-jam. Padasaat kondisi hujan batas kecepatan maksimal 70 KM per-jam," imbuhnya.

Apabila tedapat keadaan darurat tegas Suyitno, para pengguna jalan dapat menghubungi Traffic Monitoring Center (TMC) ASTRA Tol Cipali, di nomor 0260 7600 600, dan petugas layanan lalu lintas ASTRA TolCipali, yang senantiasa siaga 24 jam.

"Selamat berkumpul, dan bersukacita bersama keluarga, dan tiba di tempat tujuan dengan selamat," pungkas Suyitno.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar