Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Aktif Cegah Stunting

Sosialisasi Stunting Komisi IX DPR RI bersama BKKBN Jawa Barat (Foto: Doc Humas BKKBN Jabar)

KBRN, Bandung: Komisi IX DPR RI bersama BKKBN Jawa Barat terus kebut lakukan sosialisasi ke seluruh pelosok Jawa Barat guna mengatasi permasalahan stunting yang masih cukup tinggi, mengingat berbagai keuntungan besar menanti di depan mata.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhayati Efendi mengatakan, pada tahun 2045 bonus demografi menjadi keuntungan besar yang bisa di dapatkan Bangsa Indonesia. Hanya saja hal tersebut bisa di dapatkan asalkan SDM di Indonesia berkualitas. 

“Generasi berkualitas yaitu terdiri sumber daya manusia yang cerdas, sehat, kreatif, berani, dan berdaya saing. Jadi, ini terletak pada persiapan generasi penerus untuk menuju sumber daya yang berkualitas," jelasnya, Minggu (14/8/2022).

Lebih lanjut dikatakannya, Salah satu tantangan pembangunan menuju Indonesia berkualitas adalah prevalensi stunting yang masih harus ditekan. Untuk terus menekan, mencegah prenyebaran stunting ini, tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Namun masyarakatpun harus berperan aktif.

“Kita harus duduk bersama, bagaimana kita bisa menurunkan stunting ini,” ajaknya.

"Prevalensi stunting nasional saat ini mencapai 24 persen. Pemerintah menarget-turunkan ke angka sekitar 14 persen di 2024. Di antara dampak anak kena stunting tak saja dengan tubuh pendek, tapi IQ rendah, berpotensi menjadi generasi tidak produktif. Perkembangan kognitif dan motorik terhambat,"lanjutnya.

Hal senadapun di ungkapkan, Koordinator Bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi (Adpin) BKKBN Jawa Barat, Herman Melani.

Ia menegaskan, untuk menurunkan angka stunting sampai 14 persen perlu kerja kolaborasi. Pihaknya (BKKBN) tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

"Seperti halnya upaya dilancarkan selama ini membangun sinergi dengan berbagai pihak. Termasuk mendapat support intens dari mitra kerja anggota Komisi IX DPR RI Hj Nurhayati," ungkapnya.

Ia juga menyiratkan adanya kerja sama makin meningkat dalam kemitraan dengan pemerintah daerah, dimulai kepala daerah atau bupati/wali kota sampai jajaran kepala desa.

Herman menambahkan, pihaknya sangat berharap dengan kolaborasi ini makin berefek pada upaya percepatan penurunan stunting. 

"Dengan kerja sama intens semakin cepat meraih penurunan angka sebaran stunting sesuai target," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar