Arteria Lukai Masyarakat Sunda, Waketum DPC PDI Perjuangan Subang Mundur

Waketum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Noviyanti Maulani

KBRN, Subang: Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Noviyanti Maulani menyatakan, siap mengundurkan diri dari kepengurusan dan kader PDI Perjuangan.

Novianti merasa sangat kecewa dan terluka, dengan pernyataan anggota Arteria Dahlan, terkait  bahasa Sunda.

Ia mengakui, dirinya bergabung dengan partai kepala banteng moncong putih itu, agar dapat leluasa melestarikan budaya.

"Tadinya kami bergabung ke PDI Perjuangan, berharap dapat leluasa melestarikan budaya, dan kearifan lokal. Kami melihat PDI Perjuangan sebagai partai modern, yang terbuka dan memahami adanya keragaman budaya. Kami berjuang sekuat tenaga, segala daya upaya kami kerahkan untuk melestarikan budaya Sunda," ujar Novi kepada RRI di Subang, Rabu (19/01/2022). 

Novianti menilai, apa yang diungkapkan Arteria pada saat rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Jaksa Agung, sangat melukai masyarakat Sunda, termasuk dirinya.

Atas dasar itu, Novi dengan tegas bersiap keluar dari keanggotaan PDI Perjuangan.

"Untuk apa kami bernaung pada partai yang tidak menghargai Bhinneka Tunggal Ika? Partai yang membiarkan kadernya di DPR menistakan identitas budaya lokal. Lebih baik kami ramai ramai kembalikan KTA partai,"cetus Novianti.

Novi juga akan melakukan gerakan boikot massal terhadap PDI Perjuangan.

"Jangan sampai kita membiarkan, ada pihak manapun termasuk kader partai politik, yang seenaknya ngomong kritik, tanpa dipikir dahulu," tandas Novi. 

Seperti diketahui, anggota DPR RI Arteria Dahlan mengkritik Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang menggunakan bahasa Sunda saat menggelar rapat dengan bawahannya. Bukan hanya kritik, Arteria Dahlan juga meminta Jaksa Agung untuk memecat Kepala Kejaksaan Tinggi tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar