Muradi; GMNI Butuh Strategi Baru, Tak Hanya Berkutat Diruang Politik

Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Muradi. (Foto:Azis Zulkarnaen/RRI)

KBRN, Bandung: Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Prof Muradi menilai, untuk berkembang lebih jauh organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus membuka ruang lainnya bukan hanya berkutat pada ruang politik. Sehingga, yang diperlukan GMNI saat ini adalah, sosok pemimpin yang dapat memberikan ruang gerak bagi kadernya tidak hanya di ruang politik.

“Indikatornya adalah memilih pemimpin yang bisa memberikan ruang gerak bagi kader-kadernya, supaya tidak hanya diruang politik. Tapi juga diruang ekonomi, ruang budaya dan sebagainya,”ucap Muradi disela Kongres ke IV  Persatuan Alumni (PA) GMNI di Kota Bandung, Senin (6/12/2021).

Muradi yang juga alumni GMNI ini  menambahkan, GMNI   harus mempunyai daya tawar yang lebih baik di mata publik maupun di mata politik penguasa.

“Makanya irisannya tidak terlalu dekat dengan kekuasaan, karena dia harus bisa menginspirasi, dan menjadi wadah buat semua warna. Misalnya mengkritisi pemerintah, ya boleh, tapi asumsinya kritisinya harus konsumtif. Tidak karena pemimpinannya (GMNI) dekat dengan kekuasaan ga boleh kritik,”jelas Muradi.

Selain itu juga, dikatakan Muradi, kritik yang ditujukan kepada penguasa, merupakan masukan inovatif, membuka ruang, menginspirasi serta  bisa mengupayakan komposisi proses politik dan ekonomi yang lebih terbuka. Ia mencontohkan, bagaimana ketua GMNI terpilih itu bisa memberikan arahan untuk transformasi dari organisasi politik, supaya dapat diterima dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Butuh strategi baru untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman. Salah satunya adalah dia bisa memberikan ruang sarana, infrastruktur. Supaya kader-kader dibawahnya supaya lebih lincah,”pungkas Muradi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar