Pilkades Serentak KBB, Diduga Diwarnai Dengan Money Politik

Penyidik kepolisian sedang melakukan tugas pengungkapan kasus serangan fajar pada Pilkades di desa Sukatani Kecamatan Ngamprah KBB (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Barat yang digelar Minggu (28/11/2021) kemarin diduga diwarnai dengan praktik serangan fajar money politic atau politik uang.

Seperti yang terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamrah. Beredar video yang menunjukkan tertangkap basahnya warga pendukung salah satu calon kades, sehingga menjadi viral di sejumlah WhatsApps grup. 

Tampak dalam video tersebut seorang pria sedang diinterogasi oleh petugas kepolisian dan sejumlah unsur masyarakat lainnya. Sementara pria tersebut menghitung puluhan amplop berisi uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000, yang sudah dimasukkan dalam amplop maupun yang belum.

Ketika ditanya oleh petugas, pria tersebut mengakui jika sudah memberikan sebagian amplop berisi uang Rp30.000 kepada sejumlah warga. Terkait darimana uang tersebut didapatkan, pria itu menyinggung dan menyebut salah satu calon kades.

Dikonfirmasikan hal ini Pengawas Pilkades Tingkat Kecamatan yang juga Camat Ngamprah, Agenes Virganty membenarkan adanya dugaan politik uang tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya kasus itu terjadi di RT 03/07 Desa Sukatani. 

"Memang kami menerima informasi itu, kejadiannya Sabtu (27/11/2021) malam dan dari pengawas kecamatan langsung hadir ke lokasi bersama Polsek dan Koramil," ucapnya, Senin (29/11/2021).

Terkait dugaan politik uang jelang pencoblosan itu, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan untuk sanksi pelanggarannya. 

Kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian jika terbukti ada unsur pidananya. Sebab di UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, tidak diatur jelas mengenai mekanisme penangaan tindak pidana politik uang, berbeda dengan UU Pemilu.

"Kasus politik uang ini bukan kewenangan dari kecamatan (pengawas), beda dengan pemilu atau pilkada. Masuknya ke pidana dan itu ranahnya di kepolisian, tapi kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah," kata dia.  

Lebih lanjut disebutkan, saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyidikan. Apakah warga itu ada yang menyuruh atau inisiatif sendiri. 

Sementara terkait pelaksanaan Pilkades di Desa Sukatani tetap berjalan dengan diikuti oleh empat calon. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar