Dampak Banjir Petani Cirebon Antisipasi Kelangkaan Pupuk

KBRN Cirebon : Salah satu persoalan yang harus dihadapi petani saat tanaman padi terendam banjir yaitu masalah ketersediaan pupuk.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Wasman kepada RRI Minggu (28/2/21) mengatakan, sebagian alokasi pupuk subsidi pada Musim Tanam (MT) 2020-2021 telah hilang karena terkena banjir.

Sehingga petani diminta mengusulkan lagi alokasi pupuk untuk entry baru RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) tambahan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan produsen pupuk Urea Kujang serta NPK Petrokimia Gresik. Mudah-mudahan diakomodir juga karena inikan penanganan musibah bencana banjir," tuturnya.

Menurutnya,  alokasi pupuk bersubsidi sudah tersedia untuk satu tahun dari Januari - Desember 2021. Sedangkan, pupuk yang telah digunakan pada Januari - Maret telah hilang terkena banjir.

Sehingga untuk kebutuhan pupuk di Musim Tanam bulan Maret dengan menggeser alokasi pada bulan April - Mei. Begitu juga untuk alokasi pupuk untuk bulan Oktober - Desember 2021.  

Pergeseran tersebut menyebabkan kekosongan pupuk. Untuk itu pada entri baru akan diusulkan lagi alokasi pupuk bersubsidi.

"Mudah-mudahan bisa memenuhi atau mengurangi beban petani paling tidak. Karena pasti akan kurang juga pupuk subsidi itu. Sehingga petani juga harus mampu menebus pupuk non subsidi. Di kios-kios sudah tersedia," ujarnya.

Dijelaskan Wasman, pemupukan berimbang harus sesuai rekomendasi dari Kementerian Pertanian. Dimana untuk satu hektare dalam satu tahun  penggunaan pupuknya yaitu 225 kg Urea. Begitu juga untuk standar NPK sebanyak 20 kwuintal perhektare. 

Ia mengaku hasil dari pemantauan dilapangan terkadang petani menggunakan pupuk lebih dari dosis yang dianjurkan. Namun setelah melalui e-RDKK dan Kartu Tani sehingga jatah pupuk untuk petani sudah berada didalam Kartu Tani.

Jika Kartu Tani sudah kosong , tambah Wasman, mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi.

Sedangkan, pupuk non subsidi harganya mahal hingga dua kali lipat harga subsidi. Para petani dipastikan akan memburu pupuk bersubsidi, kendati jumlah ketersediaan terbatas karena subsidi pupuk secara nasional juga pun berkurang.

“Nah petani kalau sudah habis jatah pupuk subsidinya, karena terbatas itu harus bisa membeli pupuk non subsidi. Mudah-mudahan, harganya terjangkau semua oleh petani. Meski kondisinya jadi simalaka buat petani," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00