FKKS Jabar Di Minta Terima Siswa Miskin dan Jaga Kekompakan

Kadisdik Jabar Dedi Supandi saat pelantikan pengurus FKKS Jabar (Foto: Disdik Jabar/RRI)

KBRN, Bandung: Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi, mendorong Forum Kepala Sekolah Swasta (FKSS) Jawa Barat, harus menerima siswa miskin bersekolah di swasta dan menjaga kekompakan.

"Saya titip, untuk sekolah swasta harus mau dan mampu menerima warga miskin. Bila perlu dan jika itu bagian dari sebuah komitmen, berikan kuota berapa kita akan menggratiskan keluarga tidak mampu," tegas Dedi, saat pelantikan pengurus baru FKKS Jabar, melalui keterangan resminya, Senin (8/8/2022).

Kadisdik pun memaparkan, sekolah di Jawa Barat berjumlah 4.963. Dari jumlah tersebut, sekolah negeri sebanyak 848 dan swasta 4.115.

"Kalau kita hitung, sebetulnya jumlah SMA negeri itu hanya 30% dan swasta 70%. Bahkan, SMK Negeri lebih kecil, hanya 9% dan sisanya SMK swasta," ungkapnya.

Senada dengan Kadisdik, Gubernur Jabar, Ridwan kamil mengatakan, kalau komposisi sekolah swasta 70% dan negeri 30%, itu adalah contoh yang sudah baik.

"Bapak dan Ibu 'berbisnis' mengurusi calon-calon generasi yang bisa berhasil atau gagal oleh ikhtiar di lingkungan yang Bapak/Ibu bangun. Jadi, dalam semangat ekonomi membangunnya terdapat kewajiban mendidik. Menghitung untung ruginya jangan disamakan dengan berniaga. Adakalanya harus berkompromi, berempati pada masyarakat miskin," pesan Gubernur.

Gubernur pun mengingatkan dunia saat ini sedang terguncang oleh 3 hal, yakni terguncang oleh pandemi, ekonomi digital, dan pemanasan global.

"Mari ajarkan bagaimana anak-anak sekarang fisiknya harus kuat, IQ harus cerdas. Enggak boleh ada lagi bullying. Perintahkan guru menjadi orang tua saat di sekolah dan orang tua menjadi guru saat di rumah," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar