FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Ada Gelombang Tinggi, Nelayan Pangandaran Sementara Tidak Melaut

Perahu milik nelayan berlabuh di pantaai Pangandaran karena tidak melaut (Dok, BMKG Pangaandaran )

KBRN, Pangandaran : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan saat ini gelombang laut sedang tinggi. Akibat gelombang tinggi tersebut, nelayan Pangandaran, Jawa Barat, sementara tidak melaut.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwa gelombang laut sedang tinggi. Para nelayan diimbau untuk tidak melaut,” kata Suryana salah seorang pekerja pengelolaan tempat pelelangan ikan TPI Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Senin (4/7/2022).

Para nelayan Pangandaran  mengerti dengan imbauan tersebut, keselamatan mereka jauh lebih penting. Terlebih saat ini sulit memprediksi cuaca. Suryana pun menyebut bahwa saat ini mulai memasuki musim paceklik. ikan di laut pun sulit ditangkap.

“Para nelayan sudah banyak yang tidak melaut sejak hari Sabtu kemarin karena gelombang tinggi. Biasanya musim paceklik seperti ini berlangsung sampai bulan September,” ucapnya.

Suryana mengatakan pada musim paceklik ini, para pedagang ikan atau bakul ikan biasa mendapatkan ikan dari daerah Cilacap dan Cirebon. Namun konsekuensinya harga ikan jauh lebih mahal.

“Ada beberapa bakul ikan yang masih bisa berjualan. Mereka mendapatkan ikan dari luar daerah seperti Cilacap atau dari Cirebon,” paparnya.

Sementara para nelayan yang tidak beraktivitas melaut akibat gelombang tinggi, biasanya berbenah. Mulai dari memperbaiki jaring, membersihkan perahu dan kegiatan lainnya.

“Saya berharap  cuaca segera normal kembali, dan paceklik ikan tidak terlalu berkepanjangan. Supaya para nelayan kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar