PPP Desak KPU Jemput Bola Data Pemilih Yang Meninggal Karena Covid Ke Dinkes

Kantor KPU Subang (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: DPC PPP Kabupaten Subang mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes), segera menyerahkan data jumlah korban meninggal akibat covid-19, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang, demi akurasi apdeting data jumlah pemilih pemilu.

Karena, orang yang sudah meninggala dunia, masih tetap terdata di daftar pemilih tetap (DPT), yang tentunya akan menjadi polemiks baru di Pemilu 2024 nanti.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Subang Oom Abdur Rohman mengungkapkan, data jumlah pemilih yang sudah almarhum, yang sempat dirilis oleh KPU sebanyak 250 orang, dinilai tidak akurat, dan tidak signifikan dibandingkan banyaknya korban meninggal selama dua tahun terjadinya pandemi covid-19.

“Data pemilih TMS, atau tidak memenuhi syarat, khususnya yang meninggal hingga triwulan kedua ini, hanya 250 orang, sementara kalau kita lihat data penderita covid-19 yang meninggal, itu ribuan jumlahnya. Artinya updeting data yang dilakukan KPU saat ini, hanya bersumber dari relawan saja, dan masukan beberapa desa, tapi data korban covid-19 yang meninggal, tidak ada disana,” ujar Oom kepada wartawan di Subang, Sabtu (2/7/2022). 

Oom mengaku sempat mempertanyakan, ketidak signifikannya jumlah pemilih yang meninggal, yang di-updet KPU tersebut, dan didapati penjelasan bahwa KPU tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk meminta data jumlah korban meninggal akibat covid. Namun, data tersebut belum diberikan oleh dinas terkait.

“Jadi memang updetingnya yang tidak akurat. Saat kami tanyakan kepada Ketua KPU ketika rapat, dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, bahkan sudah kirim surat, tetapi hingga kemarin Dinas Kesehatan tidak memberikan data jumlah korban covid yang meninggal dunia. KPU juga sudah kirim surat ke Disdik untuk meminta data pemilih pemula, tapi dinas itu tidak memberikan data yang diperlukan,” tuturnya.

Pihaknya juga mendesak dinas kesehatan, dan dinas pendidikan. Segera memberikan data yang diperlukan oleh KPU, agar tidak menghambat updeting data pemilih pemilu.

“Jadi memang ada hambatan updeting data di KPU, akibat dua dinas tidak memberikan data. Padahal data pemilih sangat penting bagi KPU, bukan hanya untuk menetapkan jumlah TPS, tapi juga untuk menentukan besaran anggaran. Karena itu dinas terkait harus segera berikan data yang diperlukan oleh KPU, jangan menunda-nunda,” tegas Oom.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Subang Suryaman, didampingi Sekretaris KPU Wawan Cahyana mengungkap, berdasarkan data hingga triwulan kedua, jumlah pemilih TMS yang meninggal yang diketahuinya, baru sebanyak 250 orang. Padahal, ungkap dia, selama pandemi covid, tingkat kematian lumayan tinggi.Karena itu, pihaknya berharap dinas kesehatan segera memberikan informasi, terkait jumlah warga meninggal akibat covid. 

"Kami juga berharap, dinas kesehatan memberikan data jumlah orang dengan gangguan jiwa, atau ODGJ, untuk kepentingan pendataan pemilih. Mengingat ODGJ masih dilindungi hak pilihnya," tegasnya.

KPU juga kata Suryaman, berharap dinas pendidikan memberikan data siswa lulusan kelas 3 SMP, untuk keperluan pendataan pemilih pemula.

“Dua tahun kejadian covid-19, rada lumayan tingkat kematian akibat covid, karena KPU punya keterbatasan cek lapangan, maka salah satu upaya kami, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Diantaranya kami minta data jumlah meninggal akibat covid, tapi sampai sekarang belum mendapatkan data itu. Kemudian kita juga punya kepentingan di Dinas Kesehatan itu terkait data ODGJ, karena ODGJ ini hak pilihnya masih dilindungi,” tandas Ketua KPU Subang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar