Dinkes Ciamis Sosialisasikan Keamanan Pangan Kepada Masyarakat

Dinkes Ciamis laksanakan sosialisasi keamanan pangan (Dok. Dinkes Ciamis )

KBRN, Ciamis : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis memberikan sosialisasi dan edukasi terkait keamanan pangan kepada masyarakat. Kegiatan ini  dilaksanakan di salah satu rumah makan di Ciamis, Kamis (30/6/2022). Program sosialisasi yang berjudul komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) Keamanan Pangan tersebut juga melibatkan BPOM Loka Pom Tasik dan lainnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni, mengatakan sosialisasi tersebut menjelaskan terkait keamanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.

“Keluarga merupakan ujung tombak dari hal yang terkecil, untuk memastikan keamanan pangan benar-benar layak untuk dikonsumsi,” ujarnya kepada galuh.id.

Sebelum membeli makanan, lanjut Eni, harus memastikan aman atau tidaknya makanan itu. Setelah pastikan aman, bawa makanan pulang ke rumah.

Jika tidak akan langsung dikonsumsi, maka sebaiknya simpan makanan tersebut dengan baik.

“Simpan makanan di tempat yang aman, seperti di kulkas atau tempat yang bersih,” jelas Eni.

Jika makanan olahan belum dimasak, maka cara memasaknya pun harus benar-benar matang. Cara penyajiannya juga harus betul-betul tepat. Jangan sampai cara penyajian makanannya menggunakan bahan dan tempat yang salah, sehingga terjadi keracunan dan lain-laain , Karena banyak kasus keracunan makanan yang disebabkan cara penyajian makanannya yang tidak sehat

Keluarga (orang tua) harus membentengi anak-anaknya agar tidak jajan sembarangan. Pasalnya, banyak jajanan anak yang mengandung pengawet, boraks dan lainnya. Kandungan bahan itu akan berdampak tidak baik untuk perkembangan anak.

“Kita mengundang Ibu-ibu PKK dan Karang Taruna. Tujuannya agar mereka dapat menularkan edukasi keamanan pangan ke masyarakat, dari mulai tingkat desa hingga RT RW,” jelasnya.

Mereka juga diharapkan menjadi duta keamanan pangan di kecamatannya masing-masing. Selain itu, pihaknya mengundang beberapa UMKM Ciamis supaya hasil olahannya dapat lebih baik.

“Jadi hasil olahan makanan yang dijual ke masyarakat harus betul-betul layak konsumsi. Cara pengolahan dan penyajiannya juga harus bersih,” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar