KPID Jabar Ajak Masyarakat Garut Melek Literasi Media

Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet (Foto: Dok Humas KPID)

KBRN, Bandung: Memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya memahami penggunaan Frekuensi Publik dalam menayangkan sebuah konten siaran dengan mengendepankan kepentingan publik bukan justru di manfaatkan oleh segelintir oknum untuk kepentingan pribadi dan golongan, terus senantiasa di gencarkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)Jawa Barat dalam membentuk "Pengawasan Semesta".

Salah satu upaya yang dilakukan KPID dengan memberikan Literasi Media kepada masyarakat seperti halnya yang dilakukan di Universitas Garut (Uniga). Sabtu (25/6/2022). 

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, kesadaran itu harus sudah terbentuk sejak saat ini, terlebih dalam beberapa waktu kedepan Jawa Barat akan mengalami perubahan besar khususnya dalam dunia Penyiaran yakni hadirnya Analog Switch Off (ASO), mengingat hadirnya ASO ini akan mendorong lahirnya lembaga penyiaran baru yang akan turut mewarnai konten siaran Jawa Barat. 

"Kami mengharapkan karena kami itu membangun ini ya komunitas yang namanya PIS Jabar (atau) Pengawas Isi Siaran Jawa Barat, (diharapkan) kawan-kawan mahasiswa itu ikut gabung dalam pengawasan isi siaran Jawa Barat itu, karena kami juga akan mengapresiasi masyarakat yang kemudian aktif untuk melaporkan dalam anugerah penyiaran KPID ke-15, tahun kemarin juga kami memberikan aspresiasi," tuturnya.

"Karena Jawa Barat ini penduduknya ada hampir 50 juta jiwa dengan usia produktif yaitu 38,9 juta jiwa, yang kemudian 38,9 juta jiwa itu yang harus kami edukasi yang tersebar di 27 kabupaten kota, makanya kami harus coba berkolaborasi dengan Uniga, kampus lainnya, Pemerintah Daerahnya (termasuk) Garut," lanjutnya.

Hal senada pun di katakan, Bupati Garut Rudy Gunawan.

Rudi menekankan pentingnya literasi media untuk memenuhi hak publik. Pasalnya, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami lompatan besar sehingga harus diiringi dengan literasi yang tepat sebagai bentuk pengawasan.

"Nah apa yang terjadi makanya benar sekali, literasi media ini menjadi penting, karena masyarakat selain bisa mendengar, bisa membaca, tapi mereka (juga) merekonstruksi, bisa menganalisis, dan berhak untuk menolak terhadap apa yang disampaikan oleh media," katanya. 

"Saya berterima kasih kepada KPID mengadakan (acara untuk) membangun partisipasi publik untuk mewujudkan semesta dari literasi media, jadi partisipasi publik itu sesuatu kontribusi real (atau) kontribusi nyata baik pikiran maupun perbuatan, (seperti) ada gotong royong ikutlah berpartisipasi, makannya kalau publiknya tidak (berkontribusi) real (atau) berpartisipasi (maka) pengawasan semestanya akan gagal," ujar Bupati Garut.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Kominfo Uniga, Ummu Salamah mengatakan pihaknya menyambut baik kerja sama yang dilakukan dengan KPID Jabar untuk melaksanakan seminar literasi media. Terlebih saat ini, ditengah-tengah masyarakat ada beberapa berita yang mengandung unsur negatif.

"Nah tentu masyarakat harus paham apa yang seharusnya dilakukan bahwa tidak semua berita itu positif, tapi ada yang negatif nya, yang positif diambil tapi yang negatifnya itu perlu disaring, jangan sampai kita memiliki persepsi-persepsi yang membahayakan," kata Ummu.

Ia berharap masyarakat bisa melek dan ikut berpartisipasi dalam pengawasan isi siaran dari media, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang tepat, cepat, akurat dan juga benar.

"Sehingga dia (masyarakat) mendapatkan informasi yang benar-benar tepat, cepat, akurat, tapi juga benar, nah itu ya cepat tepat akurat dan benar, yang membawa kemajuan buat masyarakat," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar