Bupati Subang: Camat Yang Tidak Mengindahkan Intruksinya Menjadi Sebuah Catatan Buruk

Bupati Subang Ruhimat (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: Camat yang tidak mengindahkan permintaan Bupati Subang Ruhimat, terkait penerapan pagu anggaran di Kecamatan, atau pagu indikatif kewilayahan (PIK) tahun anggaran 2022. Diminta yang 70 persennya di terapkan, untuk pembangunan infrastrurtur jalan.

Bupati Ruhimat mengatakan , mengingat kondisi jalan kabupaten di Subang, kondisinya banyak yang ruksak berat, sedang, dan ringan.

"Pada waktu rapat musyawarah lerencanaan pembangunan (Musrembang), untuk kecamatan se-Kabupaten Subang, tepatnya Kamis, 4 Februari 2021 lalu, Saya masih ingat itu.Saya selaku Bupati Subang, pada saat itu mengintruksikan kepada seluruh camat, untuk mengalokasikan 70 persen anggaran kecamatan, untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan," ungkap Ruhimat kepada RRI di Suban, Jumat (2/6/2022).

Pada saat itu kata Bupati Ruhimat, membahas PIK untuk Tahun Anggaran 2022. Dalam pembahasan pagu anggaran untuk 30 kecamatan di Kabupaten Subang, dipastikan tiap kecamatan akan menerima besaran anggaran yang berbeda-beda.

“Saya tegaskan kepada para camat, saya minta 70 persen anggaran, digunakan untuk pembangunan infrastruktur,” tegasnya.

“Jika sekarang dalam pelaksanaanya ada camat, yang tidak mengindahkan permintaan, atau Intruksi saya itu. Jelas akan jadi catatan khusus  bagi saya,” tutur Ruhimat.

PIK lanjut Ruhimat, merupakan hasil dari perencanaan strategi, atau pola pemerataan pembangunan, yang sumber pembiayaannya dianggarkan melalui patokan batas maksimal, yang telah ditentukan, dan dialokasikan dari APBD di masing-masing pemerintah daerah.

"Angka PIK didapat setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus atau DAK, untuk diserap dan dilaksanakan di setiap wilayah kecamatan, dalam periode satu tahun anggaran, berdasar pendekatan indikator-indikator tertentu. Seperti sumber daya manusia, sektoral, spasial, maupun secara kelembagaan dan birokrat," jelas Ruhimat.

Ditambahkannya, pihaknya akan membentuk Tim Khusus, melakukan pengecekan kelapangan, untuk melihat hasil penerapan PIK, sesuai dengan Intruksi atau tidak. Kemudian masalah kualitas pekerjaanya juga.

"Banyak yang lapor, banyak camat yang nakal, bermaen dengan Pemborong. Itupun akan jadi catatan khusus, sesuai dengan harapan saya, yang ingin bersih dari korupsi, kolusi dan Nepotisme," tuturnya.

Ruhimat juga erus mengingatkan keseluruh OPD, jauhi hal itu, apalqgi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus-terusan mensosialisasikan, tentang pencegahan praktik- praktik korupsi di Kabupaten Subang.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar