Strategi Agar Aliran Sungai Cipanggilingan tetap Terjaga Kelestariannya Dan Terpelihara

Rakor Tentang Penanggulangan Dan Penanganan Aliran Sekunder Cipanggilingan Yang Tercemari Sampah Dan Sisimentasi (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: Rapat Koordinasi lintas sektoral, terkait kelanjutan penanggulangan dan penanganan aliran Sungai Cipanggilingan, atau aliran sungai Sekunder Gang Cendrawasih Kelurahan Soklat, di Aula Jawara Kecamatan Subang, Selasa (24/5/2022) sore.

Plt. Camat Subang Sumardi mengatakan,  dari hasil rakor tersebut, banyak saran dan masukan, untuk kelanjutan penanggulangan dan penanganan aliran sungai sekunder, yang mulai tercemari sampah kiriman eks TPA Panembong, dan material pasir serta lumpur dari hulu sungai, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Pemkab Subang, dan PJT II, BBWSC serta masyarakat. Agar aliran sungai sekunder tersebut, kelestariannya tetap terpelihara.

"Banyak saran dan masukan dari peserta rakor ini, yang sudah dipaparkan oleh masing-masing dinas dan intansi, yang segera direalisasikan, baik itu untuk jangka panjang, maupun jangka pendek," ujar Sumardi kepada RRI di Subang, Selasa (24/5/2022).

Pertama persoalan penanggulangan dan penanganan sampah lanjut Plt. Camat Subang, Dinas PUPR segera menghitung pembuatan TPT  atay tiang pancang di eks TPA Panembong, agar tidak ada lagi lingsoran sampah ke aliran sungai sekunder.  Kemudian soal material pasir dan lumput yang mengakibatkan sidementasi di pintu air sekunder Gang Cendrawasih, karena di lihat dari karakteristik sungai, termasuk dari eks tambang pasir. DPUPR akhirnya menganggarkan pengadaan sebuah alat berat kecil di tahun 2023.

"Upaya itu kita lakukan untuk jangka panjang, karena persoalannya tadi, yaitu faktor eks TPA Panembong, dan faktor eks tambang pasir. Diperparah dengan panjangnya aliran sungai sekunder, yang hampir puluhan kilo meter, sehingga perlu penanggulangan dan penanganan sungai sekunder tersebut, yang dikeluhkan warga masyarakat," imbuhnya.

Selanjutnya kata Sumardi, untuk normalisasi akan menggunakan alat berat yang dianggarkan oleh BP4D, kemudian dianggarkan juga untuk padat karya yang melibatkan masyarakat.

Selain itu pihaknya juga tegas Sumardi, akan meloby pihak eks pemilik tambang pasir, untuk melakukan reklamasi.

"Padat karya itu, nanti akan disatukan dengan anggaran pembelian alat berat. Jadi ketika normalisasi dengan menggunakan alat berat, dibarengi dengan padat karya," terang Sumardi.

Ia menambahkan, upaya lainnya yakni pemda akan melakukan perbaikan drainase pembuangan air cilencang di buang ke saluran sekunder. Harusnya di buang ke aliran sungai Cigadun, dan sungai Cileuleuy.

"Kecamatan Subang ini dilalui oleh dua aliran sungai besar, yaitu Cigadung dan Cileuleuy. Jadi nantinya air lencang ketika hujan itu, tidak lagi dibuang ke aliran sekunder, tetapi ke kedua aliran sungai besar itu. Sehingga aliran sekunder tidak meluap, yang mengakibatkan banjir yang melanda Subang Kota," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar