Dinkes Subang Siap Antisipasi Merebaknya Cacar Monyet

Kadinkes Subang dr. Maxi (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: Terkait cacar monyet, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, belum menerima adanya laporan dari seluruh Puskesmas, tentang adanya masyarakat yang terkena cacar monyet , atau cacar monkeypox.

Kendati demikian menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Maxi, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh Puskesmas, untuk melakukan deteksi dini, sekaligus berkoordimasi dengan RSUD Ciereng, dan rumah sakit swasta.

"Cacar monkeypox ini, sebenarnya satu golongan, yang dulu dengan cacar variola, cacar jerman, atau smailpox, yang bikin wajah, dan sebagian tangan menjadi bopeng. Ada juga yang namanya varissila, atau cacar air, chikenpox namanya. Itu selalu ada, tapi tidak terlalu parah," ujar dr. Maxi kepada RRI di Subang, Selasa (24/5/2022).

Monkeypox ini lanjut Kadinkes, hampir 95 persen berada di sekitar wajah, sama di bagian tangan, timbul bintik-bintik yang berisi cairan bening, kemudian menjadi nanah, biasanya besar-besar.

"Nah infeksi ini memakan waktu anatara 12 sampai dengan 21 hari," imbuhnya.

Sementara untuk menyebabkan kematian tidak terlalu tegas Maxi, namun cacar monkeypox itu bisa menular, jika kontak dengan hewan family perimata, dan hewan pengerat, juga kontak dengan penderita.

"Virus cacar monkeypox itu, biasanya menular, melalui hewan jenis monyet, atau perimata lainnya, dan juga hewan pengerat, serta hindari kontak dengan penderita," terang Kadinkes.

Sedangkan langkah-langkah pencegahan, dijelaskan Maxi, yaitu selain menjaga prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan juga menjaga prokes. Karena cara penularannya, hampir sama dengan virus covid-19.

"Masyarakat kami himbau, selain menjagada PHBS, juga menjaga prokes. Sebab bisa menular, mirip dengan covid-19," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar