Didamping sakoladesa.id, Desa Cilamaya Girang dan Rawameneng Siap Gelar Festival Mangrove Subang Utara

Kepala Desa Cilamaya Girang, Siti Maslihah, didampingi Ketua Karang Taruna Desa, Galuh, Kaur Kesra, Kepala Dusun, Kelompok Tani, serta RT dan RW Desa Cilamaya Girang, bersama dengan sakoladesa.id, melakukan inspeksi kondisi Hutan Edukasi Greenthink, yang terletak di kawasan Mangrove Desa Cilamaya Girang Kabupaten Subang. (Foto: Istimewa).

KBRN, Bandung: Kepala Desa Cilamaya Girang, Siti Maslihah, didampingi Ketua Karang Taruna Desa, Galuh, Kaur Kesra, Kepala Dusun, Kelompok Tani, serta RT dan RW Desa Cilamaya Girang, bersama dengan sakoladesa.id, melakukan inspeksi kondisi Hutan Edukasi Greenthink, yang terletak di kawasan Mangrove Desa Cilamaya Girang Kabupaten Subang. 

Menurut founder sakoladesa.id, Bezie Galih Manggala, inspeksi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kaji cepat tim sakoladesa.id, yang mendampingi 2 desa yaitu Desa Cilamaya Girang dan Desa Rawameneng di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang, agar dapat mengoptimalkan upaya pelestarian hutan Mangrove sambil tetap mengembangkan ekonomi masyarakat desa yang ada di sekitar hutan Mangrove tersebut.

 "Ini merupakan langkah pertama kami setelah 2 kali pertemuan sebelumnya dengan 2 kepala Desa, Rawameneng serta Cilamaya Girang, yang meminta bantuan sakoladesa.id untuk kegiatan pelestarian 400 Hektar hutan Mangrove ditengah-tengah ancaman alih fungsi lahan sekitar hutan Mangrove menjadi wilayah penunjang pelabuhan internasional,"tutur Bezie, Sabtu (21/5/2022). 

Bezie yang juga didamping oleh Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Subang, Harry Gumbira, tampak melakukan upaya kaji cepat kelayakan serta potensi ekonomi Hutan Edukasi Greenthink, bersama rombongan Kepala Desa menggunakan sepeda motor. 

"Kami tiba di lokasi setelah menyebrang sungai Cilamaya menggunakan perahu penyebrangan akses jalan Desa Kabupaten Karawang. Wilayah desa ini tampak memiliki pemandangan yang memukau dan cocok untuk dijadikan tempat kegiatan wisata jalan-jalan, baik menggunakan kendaraan bermotor, berkuda maupun bersepeda,"tutur Bezie. 

Setelah menyebrang menggunakan perahu penyebrangan, rombongan tersebut nampak berkeliling di Hutan Wisata Greenthink yang menampilkan suasana rawa-rawa Mangrove khas hutan muara yang terletak di Subang Utara. 

"Tempatnya sudah cukup asyik untuk dinikmati, namun mesti ada perbaikan baik dari segi konsep maupun fisik untuk tempat ini. Hal ini dikarenakan Greenthink yang dibangun pada tahun 2017 dibantu oleh Pertamina ini, sempat mengalami sepi pengunjung selama pandemi. Kami telah menjelaskan kepada perangkat desa, pengelola Greenthink serta pengurus wilayah dan Karang Taruna, serta siap mendampingi upaya perbaikan yang perlu dilakukan untuk menghidupkan kembali hutan wisata ini,'lanjut Bezie. 

Bezie menyampaikan, pihaknya merasa tergerak untuk membantu masyarakat di 2 desa ini, karena melihat ketulusan serta kegigihan masyarakat di  Pantai Utara Subang, yang ingin sekali mempertahankan kelestarian Mangrove yang menjadi pelindung dari abrasi serta bahaya angin laut bagi masyarakat yang tinggal di seluruh Kabupaten Subang.

"Padahal masyarakat bisa saja kaya mendadak jika tergiur untuk ikut-ikutan alih fungsi lahan menjadi area gudang pelabuhan, misalkan, tetapi masyarakat menyadari bahwa keuntungan sesaat tersebut, tidak akan dapat menggantikan kerugian yang sangat besar, apabila masyarakat ini sampai harus kehilangan hutan Mangrove,"tutur Bezie. 

"Ada akses jalan sejauh 3 kilometer yang mengalami kerusakan parah untuk dapat mencapai area Mangrove ini. Di pertemuan tadi kami telah bersepakat dengan Karang Taruna dan ibu Kepala Desa, untuk menggunakan cara-cara kreatif serta produktif melakukan penggalangan dana untuk memperbaiki akses menuju hutan Mangrove ini,"lanjut Bezie.

"Upaya perbaikan jalan ini akan kami sisipkan di sela-sela persiapan Festival Mangrove untuk menyambut Hari Mangrove sedunia, 26 Juli 2022 nanti, serta sebagai bentuk pertisipasi masyarakat Desa dalam menyambut pertemuan G20 di Indonesia dan akan mengusung tema 'Pelestarian Lingkungan dan Desa',"pungkas Bezie. 

Sementara itu, Kepala Desa Cilamaya Girang yang akrab dipanggil Bu Imas, mengaku bersyukur telah didampingi oleh sakoladesa.id dalam pelaksanaan kaji cepat kelayakan Hutan Edukasi Greenthink sebagai "Bahtera Nabi Nuh" yang akan menyelamatkan Adat dan Budaya Masyarakat sekitar wilayah Mangroove, dalam menghadapi banjir besar beton serta besi-besi yang akan menutupi dan mungkin saja menghabiskan sisa-sisa kebudayaan Mangrove kelak. 

"Kami bersyukur dengan adanya sakoladesa.id, pikiran kami menjadi sangat terbuka. Sebelumnya sama sekali tidak terbayang oleh kami konsep-konsep yang perlu dilaksanakan untuk mengembangkan wisata mangroove di wilayah Desa kami,"ucap Imas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar