Komitment dan Ketegasan Pemerintah, Kunci Suksesnya ASO

Kepala Diskominfo Jabar, Ika Mardiah (Kerudung Merah) Bersama Ketua KPID Jabar, Adiyana Slamet (Batik Merah) dan Pengamat Komunikasi dari Universitas Pasundan Bandung, Almadina Rakhmaniar (Kerudung Abu) (Foto: Wildan Pratomo/RRI Bandung)

KBRN,Bandung: Pengamat Komunikasi dari Universitas Pasundan Bandung, Almadina Rakhmaniar mendorong pemerintah segera membenahi carut marutnya peralihan Tv analog menuju digital (Analog Switch Off - ASO) yang tertunda, mengingat hal itu akan berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

Dalam Dialog Interaktif Lintas Jabar Pagi, Senin (16/5), Alma mengatakan, menurunnya kepercayaan publik kepada pemerintah akan berdampak besar terhadap keyakinan masyarakat terhadap pemerintah.

"Tertundanya ASO ini berdampak besar juga terhadap kepercayaan publik, yang akhirnya jika hal ini di biarkan berlarut larut akan kian mengikis kepercayaan publik kepada pemerintah, maka dari itu seyogyanya ketegasan pemerintah perlu di perlihatkan, karena aturan main dan regulasinya sudah sangat jelas dan ada untuk ASO ini,"ungkapnya. Senin (16/5/2022).

Lebih lanjut di ungkapkannya, alangkah idealnya ketika target utama tidak terpenuhi pemerintah memberikan kepastian target berikutnya kapan pelaksanaan Tahap 1 ASO bisa dilaksanakan khususnya di Jawa Barat.

"Sebaiknya ketika target awal ini meleset, pemerintah memberikan target baru kepada publik kapan nih ASO bisa berjalan, dengan keterbukaan yang jelas juga, karena masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dan kritis dimana keterbukaan dari pemerintah menjadi hal yang sangat dinantikan dan di butuhkan oleh masyarakat,"imbuhnya.

"Tidak hanya itu pemerintah pusatpun seyogyanya melibatkan pemerintah daerah, mengingat sampai hari ini keterlibatan pemerintah daerah dalam menyukseskan ASO terbilang tidak tampak, padahal Pemerintah daerah bersama KPID Jabar terus menerus melakukan sosialisasi dan edukasi serta keterbukaan proses menuju ASO ini, jangan sampai kejadian sebelumnya ketika menjelang peralihan Pemerintah daerah di abaikan padahal pemerintahan itu yang sangat bersinggungan dekat dengan masyarakat,"lanjutnya.

Sementara Itu pada Dialog Interaktif yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Ika Mardiah menyayangkan, pihaknya tidak dilibatkan, padahal masyarakat banyak yang mengeluhkan tentang ASO ini kepada pemerintah daerah.

"Sangat disayangkan sekali ketika kami sudah sangat di dukung oleh Pak Gubernur, kami justru tidak dilibatkan ketika dilimit terakhir terlebih pada saat pembagian ASO, padahal kami sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan edukasi kepada masyarakat, terlebih ketika banyak masyarakat yang mengeluhkan dan mengadukan tentang ASO ini, masyarakat selalu melaporkannya ke kami, mengingat kamilah yang sangat bersinggungan langsung kepada masyarakat,"terangnya.

Hal senadapun dikatakan Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet.

Ia menggambarkan ibarat hutan rimba yang penuh belukar, pihaknya berupaya membuka jalur dan membabat akar belukar itu, sehingga terbuka.

"Kalau di gambarkan ibaratnya daerah daerah di Jabar itu Hutan rimba dengan banyak belukar tanpa jalan, kami bersama pemerintah provinsi siang malam masuk blusukan ke masyarakat membabat belukar belukar itu, sehingga masyarakat yang tidak tahu menjadi tahu apa itu ASO, bahkan kami di kira SPG Set Top Box oleh masyarakat karena terus kerumah rumah door to door mengedukasi masyarakat sejak tahun lalu, tapi di akhir kami tidak dilibatkan bahkan kami mengetahui ada pembagian STB dari pihak lain, ini jelas menjadi permasalahan, ketika ada kendala dan kekurangan pasti kami yang nantinya disalahkan oleh masyarakat,"terangnya. 

Adiyanapun berharap, seluruh pihak menjunjung tinggi nilai komitmen yang tertuang dalam peraturan ini, guna memberikan hasil yang optimal demi masa depan bangsa.

"Kami berharap seluruh pihak menjunjung tinggi nilai komitment yang tertuang dalam peraturan ini, nilai gotong royong bukan jalan sendiri sendiri, semua ini dilakukan bukan untuk kami, tapi untuk masyarakat, untuk kemajuan bangsa,"tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar