Adanya Tudingan pada Habib Lutfi dan Ma'ruf Amin, Katib Jatman; Tak Elegan Disampaikan Ulama

Katib Jatman Subang Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB

KBRN, Subang: Katib Jatman Kabupaten Subang Rahyang Mandalajati Evi Silviadi SB menanggapi pernyataan ulama yang mengatasnamakan Barisan Ulama Kota Garut Pinggiran yang viral di YouTube.

Barisan Ulama Kota Garut Pinggiran, menuduh Habib Lutfi dan Wapres KH. Ma'ruf Amin mengkhianati umat Islam, atas kedzaliman rezim kepemimpinan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kepemimpinan Jokowi Ma'ruf Amin dinilai mereka, telah mengkriminalisasikan para ulama. 

Evi menegaskan, jika memang  mengaku sebagai ulama,  alangkah bijaknya sebagai ulama datang ke Habib Lutfi, dan Ma'ruf Amin, untuk berdiskusi. Evi yakin Habib Lutfi dan Ma'ruf Amin, pasti membuka pintu lebar-lebar.

"Saya rasa semua tuduhan para ulama, yang mengatasnamakan Barisan Ulama Kota Garut Pinggiran tidak berdasar, dan tidak pantas diutarakan oleh sekelas para ulama. Seharusnya disampaikan secara elegan, pasti beliau-beliau itu menerima dengan lapang dada, dengan cara berdiskusi," ujar Evi kepada RRI di Subang, Jumat (28/1/2022).

Ada pernyataan yang berbau ancaman kepada Habib Lutfi dan Ma'ruf Amin, terkait ajal akan menjemput. Menanggapi itu, Evi siap menjadi garda terdepan membela Habib Lutfi dan Ma'ruf Amin, apabila itu merupakan sebuah ancaman.

"Kami siap menjadi garda terdepan, membela Habib Lutfi dan Ma'ruf Amin," tegasnya.

Terkait pernyataan tersebut lanjut Evi, dirinya mendesak Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana, untuk mengusut tuntas persoalan ini.

"Tudingan adanya kriminalisasi terhadap para ulama oleh pemerintahan Jokowi saat ini, itu merupakan sebuah konsekuensi hukum. Siapapun yang melanggar hukum pasti akan berhadapan dengan hukum. Tetapi jika ulama yang benar-benar ulama, tidak akan memprovokasi dengan ucapannya itu, yang seharusnya disaring terlebih dahulu. Maka saya minta kepada Kapolda Jabar, untuk mengusut tuntas persoalan ini," kata Evi.

Evi juga meminta para pengikutnya, untuk menahan diri, dan menyerahkan kepada ramah  hukum yang menyelesaikannya.

"Negara kita ini negara hukum. Jadi biarkanlah hukum yang berbicara," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar