Ini 5 Daftar Teratas Pelanggaran Konten Penyiaran di Jawa Barat

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet. (Foto:Istimewa)

KBRN, Bandung: Ditengah Perkembangan Lembaga Penyiaran yang terus mengalami perubahan yang signifikan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, mengklasifikasi 5 pelanggaran terbanyak yang di temukan dalam program dan konten penyiaran.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet mengatakan, dari data KPID sejak Januari hingga September 2021, kasus perlindungan anak, klasifikasi remaja, penghormatan privasi, perlindungan kepentingan publik dan muatan seks dalam lagu dan video klip, menjadi pelanggaran yang marak di temukan di wilayahnya.

"Seperti kasus perlindungan anak tercatat ada 50 kasus, klasifikasi remaja 39 kasus, penghormatan privasi 20 kasus, perlindungan kepentingan publik, 10 kasus dan muatan seks dalam lagu maupun video clip 7 kasus yang di indikasikan melanggar,"katanya. Selasa (25/1/2022).

Adiyana menerangkan, pihaknya menyoroti kasus perlindungan anak dan klasifikasi remaja yang banyak di temukan, mengingat hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak dari tayangan yang di saksikan maupun di dengarkan.

"Literasi Media akan kasus tersebut terus kami gencarkan, mengingat media memiliki kekuatan yang besar dan akan berdampak kepada individu maupun kolektif jika tidak di perhatikan dengan seksama, terlebih dua kasus tersebut menyasar langsung generasi muda Jawa Barat, yang masih rentan dalam menfilter berbagai tayangan yang di tonton ataupun di dengarkan oleh mereka,"terangnya.

Meski Literasi Media terus dilakukan Adiyana, mengatakan peran serta orangtua dalam mengawasi setiap tontonan anak hingga pengawasan aktif masyarakat terhadap tayangan yang di publikasikan, menjadi hal penting bersama, dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Intinya peran aktif masyarakat dalam pengawasan, hingga pendampingan orang tua dalam mengawasi anak anak maupun remajanya dalam menyaksikan tayangan TV, jangan sampai tayangan tayangan yang tidak semestinya di tonton oleh anak justru di abaikan yang berakibat buruk bagi anak dimasa yang akan datang," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar