Ratusan Pelaku Usaha Wisata Situ Bagendit Kehilangan Pekerjaan

KBRN, Garut : Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Bagendit, Jojo Johana, membenarkan kondisi memprihatinkan yang saat ini dialami warga dengan sejak dilaksankan pembangunan di kawasan Situ Bagendit. Mereka yang paling terkena dampaknya adalah para pelaku usaha mulai pedagang, pencari ikan, pengusaha mainan perahu angsa, dan juga pengayuh rakit. 

"Ada 200 lebih pelaku usaha dari 5 desa yang ada di sekitar Situ Bagendit yang kini kehilangan mata pencaharian akibat pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit. Hal ini sangat disesalkan mengingat kebutuhan hidup mereka yang tentu saja tak bisa dihindari," katanya, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, kondisi yang dirasakan warga terutama para pelaku usaha di kawasan Situ Bagendit ini tentu sangat ironis dengan apa yang disebut-sebut pemerintah terkait tujuan pembangunan ini. Pemerintah menyebutkan tujuan pembangunan tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan tetapi pada kenyataannya malah sebaliknya.

"Dampak dari pembangunan kawasan Situ Bagendit ini sangat besar bagi warga terutama para pelaku usaha. Ada 200 lebih pelaku usaha yang kini telah kehilangan mata pencahariannya karena sejak setahun lalu dilarang untuk beraktivitas dengan alasan bisa mengganggu pelaksanaan pembangunan," ucap Jojo.

Jojo pun mendesak pihak-pihak terkait untuk mempertimbangkan kondisi kesulitan ekonomi yang saat ini tengah dirasakan warga yang merupakan dampak dari pelaksanaan pembangunan kawasan Situ Bagendit. Diharapkan, para pelaku usaha diperbolehkan menjalankan usahanya kembali agar mereka kembali memiliki mata pencaharian yang tentunya sangat penting guna dapat memeuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar