Kios Relokasi Ditarif Tinggi, Pedagang Situ Bageundit Kehilangan Penghasilan

KBRN, Garut : Koordinator Pedagang Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Garut, Agus Suherman menuturkan, para pedagang yang biasa mangkal di kawasan sekitar Situ bagendit juga merasakan dampak yang sama dengan pengusaha rakit dan perahu angsa.

Sejak dilakukan pembangunan Situ Bagendit, para pedagang juga dilarang membuka lapaknya karena dinilai akan mengganggu pengerjaan pembangunan. Hal ini tentu saja sangat merepotkan karena sejak saat itu tak lagi mempunyai penghasilan. 

Menurut Agus, pihak pelaksana pembangunan Situ Bagendit memang telah menyediakan tempat relokasi bagi para pedagang. Namun karena tempatnya yang jsangat tak strategis dan jauh dari keramaian, para pedagang enggan menempatinya.

"Selain tempatnya yang tak strategis, kami tak mau  menempati tempat relokasi karena keberatan dengan iuran yang harus kami bayar. Para pedagang yang akan menempati tempatrelokasi diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 1,5 juta dan ini tentu saja sangat memberatkan kami," kata Agus, Kamis (2/12/2021).

Akhirnya, tutur Agus, para pedagang tak ada yang mau menempati tempat relokasi tersebut. Sebagian besar dari mereka terpaksa berhenti berjualan dan mencari nafkah dengan jadi buruh serabutan.

"Karena ada iuran untuk kios relokasi tersebut,maka pedagang memilih berhenti berjualan dan bekerja serabutan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar