Warga SMAN 1 Tasikmalaya Patuh Prokes Saat Pembelajaran Tatap Muka

Wakasek bidang kurikulum sman 1 tasikmalaya Yana Suryana (marliawan/RRI)

KBRN, Tasikmalaya: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMAN 1 Tasikmalaya, telah digelar sejak bulan September hingga saat ini. SMAN 1 tetap mengacu pada aturan Pemerintah pembelajaran dimasa pandemi, yaitu pembelajaran secara offline dan online hingga program vaksinasi siswa dan guru.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 1 Tasikmalaya Yana Suryana Karya mengatakan, pembelajaran tatap muka terbatas harus berdasarkan izin dari orang tua siswa, melalui pernyataan tertulisnya. Hal itu sebagai rekomendasi sekolah bisa menggelar belajar di sekolah, dengan aturan yang menjaga kesehatan siswa.

"Alhamdulillah SMAN 1 Tasikmalaya baru dua bulanan melaksanakan PTMT, kami meminta surat keterangan dari orang tua untu persetujuan anaknya mengikuti pembelajaran di sekolah. Dan 100% orang tua mendukung adanya PTMT," ungkap Yana di Sekolah SMAN 1 Tasikmalaya, Rabu (1/12/2021).

"Para orang tua setiap kelas membuat paguyuban orang tua, sehingga komunikasi dapat intensif dilakukan, termasuk setiap kegiatan apapun orang tua mengetahuinya termasuk izin," imbuhnya.

Lanjut Yana, sebanyak 800 siswa dari 1212, dan 60 guru serta 19 tenaga administrasi sudah divaksinasi lengkap. Mereka divaksin sebelum pelaksanaan PTMT dimulai.

Terkait proses pembelajaran tatap muka terbatas, Yana menerangkan, SMAN 1 menerapkan secara bertahap dengan pola satu kelas dibagi 2 kelompok, satu kelompok belajar daring dan satu kelompok belajat tatap muka.

"Pada bulan lalu, di minggu pertama, satu kelompok kelas 10, 11 dan 12 PTMT, dan diminggu keduanya kelompok tersebut online, itu kita lakukan selama satu bulan. kemudian bulan kedua kita variasi tetap dibagi dua cuma kelasnya yang dirubah, intinya kurang lebih maksimal 50% yang datang kesekolah," terang Yana.

Selain itu untuk menghindari kerumunan siswa, para pengawas dan guru terus melakukan monitor, pemeriksaan perkelas, hingga mengatur antrian pada jam pulang, yaitu dilakukan jeda waktu per 30 menit, siswa keluar sekolah melalui gerbang agar teratur dan tidak berkelompok.

Sementara itu diakuinya, peran kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Xll Abur Mustikawanto, diapresiasi pihaknya, karena selalu rutin melakukan monitoring ke sekolah dan memberikan arahan agar aman dalam pembelajaran.

"Kami apresiasi beliau, kemarin pun kita berdialog dengan Presiden Jokowidodo itu karena arahan dari kepala KCD. Termasuk kemarin satgas pusat melakukqn uji petik tes covid-19 disini, ada 50 siswa dan 5 guru yang dijadikan uji petik dengan di swap, dan hasilnya semuanya negatif," imbuh Yana.

Semua warga SMAN 1 berharap di tahun 2022 mendatang, pembelajaran tatap muka dapat digelar secara full seperti sebelum pandemi. Pasalnya, saat ini guru merasakan beban dua kali mengajar, dengan pola offline dan online. Disamping itu motivasi siswa untuk belajar tatap muka itu lebih tinggi daripada online, terlihat dari tingkat kehadiran siswa mencapai 99% pada saat jadwal belajar tatap muka disekolah.

"Belajar online terkadang terkendala dengan jaringan dan faktor kendala lainnya, yang cenderung siswa tidak dapat menangkap pelajaran yang di berikan guru," pungkasnya.

Namun demikian, pihak SMAN 1 Tasikmalaya masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan selanjutnya, apakah di awal tahun 2022 mendatang, siswa diperbolehkan pembelajaran tatap muka secara full, atau tetap 50% seperti saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar