SMKN 1 Rajapolah Cetak Siswa yang Siap Terjun ke Dunia Kerja

Wakasek humas dan wakasek sdm mutu dengan siswi SMKN Rajapolah tasikmalaya (Marliawan/RRI)

KBRN, Tasikmalaya: SMKN Rajapolah Tasikmalaya terus memperluas kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kurang lebih 2300 siswa saat ini dididik dan difokuskan untuk dapat bersaing baik di tingkat daerah, nasional atau luar negeri, setelah mereka lulus.

Wakasek Bidang SDM dan Mutu Cepy Wahyudin M.Kom, didampingi Wakasek Bidang Humas SMKN Rajapolah, Soni Firdaus, menjelaskan saat ini proses pembelajaran sudah mencapai 100% dengan pendidikan tetap muka. Pihak sekolah telah sukses melaksanakan 4 kali tahap vaksinasi hasil kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Polres setempat.

"Semuanya terlaksana November ini hampir 99,9% semuanya sudah divaksin. Program vaksinasi ini merupakan modal utama untuk pelaksanaan tatap muka. Selain itu sarana prokes juga kami sediakan optimal di setiap sudut sekolah," kata Wakasek bidang Humas Soni Firdaus, di SMKN Rajapolah, Senin (29/11/2021).

Proses pembelajaran 100 persen dikatakan Soni, telah berlangsung dari pukul 07.00 Wib sampai pukul 14.00 Wib, dengan konsep bergiliran dan pembagian jadwal untuk semua kelas. Semua kegiatan pembelajaran siswa dikoordinasikan dengan Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah Xll Abur Mustikawanto, yang selalu memonitoring langsung ke sekolah.

Sementara itu Wakasek Bidang SDM dan Mutu Cepy Wahyudin menyampaikan, saat ini sekolah ditunjuk sebagai sekolah pencetak wirausaha untuk mewakili dari provinsi di tingkat nasional yang dilaksanakan di daerah Sawangan, yaitu berupa kegiatan pameran produk start up yang dihadiri ratusan peserta.

Cepy tuturkan, untuk meningkatkan capaian program sekolah pencetak wirausaha, pihak sekolah sudah kerjasama untuk mewujudkan program sekolah membangun desa di wilayah Rajapolah. Seperti program digitalisasi dan keahlian akuntansi usaha ritel yang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Desa, dengan keikutsertaan siswa yang melakukan PKL.

"Perihal kurikulum untuk mendukung sekolah pencetak wirausaha, kita menghadirkan atau berpedoman kepada kurikulum 2021 arahan dari Kemendibud Ristek Dikti. Kurang lebih ada 900 sekolah se-indonesia yang ditunjuk untuk melaksanakan kurikulum ini dan berisi 21 kegiatan yang harus dijalankan oleh pihak sekolah. Diantaranya program kerjasama dengan pihak jasa konsultan luar negeri di Tokyo atau perusahan dalam negeri PT Len. Dan juga kerjasama rekrutmen dana Napoli metal," ungkap Cepy.

Untuk mensukseskan program sekolah pencetak wirausaha, pihak sekolah rutin menghadirkan guru tamu dari industri yang berperan mengenalkan manajemen dan strategi menjalankan dunia usaha atau industri 

"Program Sekolah Pencetak Wirausaha ini sudah terlaksana, diantaranya  kegiatan pameran kerajinan siswa keahlian memborder yang dihubungkan dengan usaha orang tua. Sehingga siswa dapat berperan menambah penghasilan orang tua untuk meringankan beban biaya pendidikan sekolah," imbuhnya.

Cepy memastikan, pihak sekolah dan siswa akan bangkit dari pandemi Covid-19, dengan memantapkan akses pendidikan yang telah diprogramkan, demi memberikan mutu pendidikan yang baik kepada siswa, dengan tetap melaksanakan arahan dari Pemerintah, khususnya dari Dinas Pendidikan Jabar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar